Disperindag Lampung Sebut Harga Telur di Lampung Tertinggi

  • Bagikan
Elvira Umihani. FOTO PRIMA IMANSYAH PERMANA/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id-Harga telur di Provinsi Lampung disebut Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Elvira Umihanni sebagai harga tertinggi. Di mana per kilogramnya mencapai Rp18 ribu hingga Rp19 ribu.

Hal ini disampaikan Elvira saat menghadiri Bazar Rebo di Halaman Kantor Disperindag Provinsi Lampung, Rabu (27/10). “Sampai hari ini harga nya masih sekitar Rp18 ribu sampai Rp19 ribu dipasaran. Namun di Lampung harga nya sudah lebih baik di bandingkan daerah lain. Jakarta saja harganya Rp15 ribu, di Sumsel Rp15 ribu tapi di Lampung sudah bisa Rp18 ribu,” beber Elvira.


Hal ini ternyata karena peternak di Lampung memiliki asosiasi sehingga mereka menjaga harga supaya harga jual telur tidak jatuh. Meskipun mereka masih merasa rugi dengan tingginya pakan ternak terutama jagung.

Baca Juga:   Bejat ! Suami Pergi, Istri Diperkosa

Namun meskipun harga jual di Lampung cukup tinggi, namun menurut peternak dengan harga itu mereka mengalami kerugian dibandingkan dengan biaya operasional yang harus di keluarkan selama pemeliharaan dan pengembangbiakan sampai menghasilkan telur.

“Ya namun karena harga jagung memang tinggi yang juga dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran, jadi sekarang belum pulih dari pandemi seperti berkurang nya pesat yang berdampak pada kurangnya permintaan telur jadi Lampung surplus telur 100 ton perhari. Jadi memang perlu ada pembatasan terhadap produsen telur investor dibidang telur sehingga produksi juga tidak terus meningkat jika tidak kita fikirkan pasarnya maka akan turun,” tambahnya.

Sementara berdasarkan kebijakan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melalui Sekretaris Daerah Provinsi Lampung dengan menghimbau kepada ASN untuk membeli telur dengan harga lebih tinggi dari pasar yaitu Rp 20 ribu per kilogram nya.

Baca Juga:   Sering Diolok, Dendam Picu Remaja Ini Bunuh Rekan Main

“Ya tadi sudah banyak teman-teman ASN tadi juga sudah ada yang beli dari Dinsos, Dharma Wanita, PKK juga sudah. Harapannya bisa terus berlanjut untuk membantu para peternak,” tambahnya. (rma/wdi)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan