Distanak Bandarlampung Turunkan 20 Tim Cek Kesehatan Hewan Kurban

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Bandarlampung, turunkan 20 Tim untuk periksa hewan kurban. Pemeriksaan tersebut, di mulai tanggal 13-22 Juli.

Kadistanak Bandarlampung, Agustini mengatakan, dari 20 tim tersebut, telah bergerak ke seluruh kecamatan yang ada di Bandarlampung, terdiri dari petugas teknis di dinas pertanian kota, dinas peternakan keswan provinsi dan relawan dari persatuan dokter hewan Indonesia (PDHI) serta Ikatan Sarjana Pertenakan Indonesia (ISPI) kota Bandarlampung.

“Kecamatan di Bandarlampung kan ada 20 kecamatan. Satu tim bertanggungjawab untuk satu kecamatan,” ujarnya.

Menurutnya, sampai saat ini, belum ditemukan ada yang berpenyakit. Dimana, Tahun ini, kemungkinan kebutuhannnya mencapai 5.000 ekor. Terdiri dari jenis sapi mencapai 2.000 ekor, sedangkan kambing berjumlah 3.000 ekor.

Baca Juga:   Beri Bantuan Rp5 Juta, Wali Kota Lantas Imbau Masyarakat Terdampak Ombak ke Rusunawa

“Tim ini mengecek di lapak-lapak penjualan. Belum kita temukan hewan-hewan yang sakit, cuma ada beberapa yang tidak layak kurban tetapi sudah kita minta pisahkan agar tidak dijual sebagai hewan kurban seperti kambing ada yang tanduknya cacat, ada 3 ekor. Itu nggak boleh jadi hewan kurban,” katanya.

Terpisah, Wakil Ketua II MUI Lampung, KH.Bukhori Muslim, meminta masyarakat melakukan pemotongan hewan kurban dimasa Pandemi Covid-19 sebaiknya dilakukan satu hari setelah hari H (H+1).

“Ini untuk menghindari terjadi kerumunan pada saat prosesi penyembelihan hewan kurban,”jelasnya.

Kemudian, penyembelihan dilakukan di lokasi terbuka yang luas tentunya dengan menggunakan protokol kesehatan (prokes)  covid-19.

Lalu, terkait pendistribusian, kata Bukhori, dilakukan sebaiknya dengan cara menjemput bola, artinya panitia pemotongan hewan kurban mengantarkan langsung daging kurban ke penerima kurban.

Baca Juga:   Total, 4.678 Pelamar Bersaing dalam CASN Pemkot Bandarlampung

“Untuk penyembelihan hewan kurban, Sebaiknya dilakukan ahlinya, untuk mencari tukang jagal (tukang potong) hewan kurban yang profesional, sehingga pemotongan hewan kurban menjadi singkat, cepat dan baik, sehingga tidak terjadi kerumunan,” pungkasnya. (gie/yud)




  • Bagikan