Distribusi Tahap Pertama BPNT di Pesawaran Bermasalah


ILUSTRASI/FOTO NET

radarlampung.co.id – Pendistribusian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap pertama di Pesawaran bermasalah. Pasalnya, hingga saat ini masih banyak agen e-waroeng di sejumlah desa yang belum mendapat mesin electronic data capture (EDC) maupun logistik oleh bank dan suplier.

Kondisi ini menyebabkan penerima manfaat yang didesanya belum memiliki agen e-waroeng terpaksa menempuh jarak yang cukup jauh menuju desa tetangga untuk mencairkan bantuan.





Kepala Dinas Sosial Pesawaran Yulizar membenarkan kondisi tersebut. Dari total 148 agen e-waroeng, baru terpenuhi sekitar 60 persen. “Hal ini sudah kami konsultasikan kepada pihak Bank Mandiri pusat dan mereka berjanji dalam waktu dekat akan mengirimkan kekurangan alat itu,” kata Yulizar, Kamis (15/8).

Sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan ini, tiap agen tetap dapat melakukan proses pendistribusian dengan meminjam mesin EDC kepada agen di desa lain yang telah selesai melakukan pendistribusian.

“Agen dapat meminta kepada pihak bank dan Tenaga Kerja Sukarela (TKSK) untuk mendampingi saat meminjam alat. Jadi tidak harus masyarakatnya yang jauh-jauh datang ke desa lain. Itu solusi yang diberikan oleh pihak bank,” terangnya.

Salah satu agen e-waroeng di Pesawaran menyayangkan minimnya sosialisasi dari pihak terkait seperti perbankan, suplier maupun pemerintah setempat. Mereka tidak menjelaskan permasalahan teknis yang terjadi saat ini kepada masing-masing agen.

“Kami tidak tahu permasalahnya. Apakah kami tetap ditunjuk sebagai agen atau sudah diputus. Karena disamping tidak ada penjelasan, alat dan logistiknya pun hingga saat ini tidak dikirim. Masyarakat bingung kenapa mengambil bantuan itu harus ke agen di desa lain dengan jarak cukup jauh,” sebut dia. (rus/ozi/ais)