Ditawarkan Hanya Rp120 Juta, Lelang Material Ruko Tembus Rp380 Juta

  • Bagikan
Ruko di Jalan Jenderal Sudirman Kota Metro yang saat ini tengah dibongkar. Foto Ruri/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id-Pemerintah Kota Metro telah melakukan lelang material bekas bangunan ruko di Jalan Jenderal Sudirman. Hal tersebut dikarenakan ruko dibongkar dan akan didirikan bangunan ruko yang baru.

Material bangunan itu laku terjual hingga Rp380 juta. Sedangkan nilai lelang yang ditawarkan hanya Rp120 juta saja.


“Jadi ada 2 tahapan pembangunan ruko ini. Tahap pertama penghapusan aset. Itu sudah dilaksanakan. Dan aset itu sudah dilelang, kalau hitungan KPKNL itu Rp120 juta dan yang menang nilainya Rp380 juta,” terang Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro Nasir senin (18/3).

Nantinya ruko yang baru akan dibuat tiga lantai. Peruntukkannya untuk ruko dua lantai dan foodcourt di lantai III. Pelaksanaan pembangunan akan dilakukan oleh pihak pengembang.

“Untuk kontribusi dari pengembang ini ada dua. Yakni kontribusi langsung, dan kontribusi 10 persen dari bangunan itu milik pemerintah. Kalau untuk total nilai kontribusi yang diberikan pengembang ke pemkot berapa saya lupa, tapi cukup besar,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk ruko tersebut menggunakan sistem hak guna serah (HGS) selama 30 tahun. Sementara itu, untuk pengelolaannya dilakukan langsung oleh pihak pengembang ke pedagang.

Komisi I DPRD Metro menyoroti kontribusi yang akan didapat dari pihak ketiga untuk pembangunan ruko di Jalan Jenderal Sudirman Kota Metro.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Metro Nasrianto Effendi menuturkan, jumlah untuk investasi yang akan ditanam pada pembangunan ruko harus dipublikasikan. Termasuk dengan kontribusi yang akan diterima oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Metro dari pihak ketiga selama 30 tahun kedepan proses pengelolaan ruko.

“Kan begini, jangan sampai seperti waktu lalu, kita sudah punya masa lalu yang tidak baik. Waktu itu Metro Mega Mall yang lama dan berlarut-larut. Jadi harus ada perencanaan yang matang. Begitu juga dengan investasinya nantinya. Kita tidak tahu siapa investasinya, berapa jumlahnya, lalu kontribusinya. Jadi harus terbuka. Kan ini juga untuk Metro,” kata Nasrianto, di ruangannya, Senin (18/3).

Ia mengusulkan, untuk penempatan ruko tersebut nantinya dapat diprioritaskan warga Kota Metro yang berinvestasi.

“Ya kan ini untuk Metro. Sebisa mungkin harus ada prioritas untuk warga Metro yang mau ambil ruko tersebut. Karena ini kan kembali lagi ke masyarakat,” kata Nasrianto. (rur/ria/rnn/wdi)




  • Bagikan