Dolar Tembus Rp 14.000, BI Harus Memilih

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Nilai tukar Rupiah terus mengalami depresiasi terhadap Dolar Amerika AS. Pada Selasa (8/5), Dolar menguat hingga level Rp 14.035.

Apa yang perlu segera dilakukan Bank Indonesia?

Ekonom sekaligus mantan Menteri Keuangan, M Chatib Basri menyatakan pelemahan Rupiah saat ini bukanlah yang terburuk. Meski begitu, ketimbang mata uang negara-negara ASEAN, Rupiah termasuk yang paling lemah.

Ia menjelaskan, BI harus memperhatikan beberapa hal untuk meredam depresiasi Rupiah. Jika menginginkan nilai tukar Rupiah stabil, Bank Indonesia harus memilih menerapkan pembatasan arus modal atau menaikkan suku bunga.

“Bank Indonesia semestinya membiarkan rupiah melemah sedikit, menerapkan makroprudensial sedikit seperti kebijakan pembatasan modal dilakukan secara terbatas, serta sedikit menaikkan suku bunga,” kata Chatib.

Baca Juga:   Penampakan Ruang Asrama Haji Rajabasa yang Akan Jadi RS Darurat

“Tentu dosisnya akan sangat bergantung seberapa besar pelemahan Rupiah. Namun saya tidak menyarankan kenaikan bunga secara drastis seperti Argentina,” imbuh Chatib, Selasa (8/5).

Sebagai informasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan siang ini masih bergerak melemah. Dolar AS pun masih enggan turun dari level Rp 14.000.

Pada Selasa (8/5) pukul 13:00 WIB, US$ 1 di pasar spot dihargai Rp 14.035. Rupiah melemah 0,29% dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Rupiah yang melemah berdampak kepada harga jual dolar AS di salah satu bank swasta nasional menembus angka Rp 14.100.




  • Bagikan