Dongkrak Perekonomian, Pemprov Bakal Terbitkan SE

  • Bagikan
Asisten III Pemprov Lampung Taufik Hidayat. Foto Rimadani Eka Mareta/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Upaya peningkatan perekonomian ditengah pandemi Covid-19 terus dilakukan. Belanja di masyarakat dan belanja pemerintah daerah yang masih rendah ini ternyata dapat menjadi salah satu faktor masih rendahnya perekonomian, terutama di Lampung.

Maka guna kembali membangkitkan perekonomian, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Taufik Hidayat menyebut Pemprov Lampung menghimbau masyarakat untuk tetap melaksanakan kegiatan jual beli dan tidak termakan isu resesi ekonomi.

“Terkait mengangkat kembali pertumbuhan ekonomi Lampung kan diketahui Triwulan II ini masih rendah yaitu minus 3,57. Maka Pemprov Lampung melakukan upaya pertama untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat, karena banyak sudah teracuni resesi. Sehingga banyak pemodal akhirnya menyimpan uangnya daripada berbelanja, karena takut ada krisis. Padahal Justru harusnya uang dipakai untuk usaha ekonomi, sehingga orang tetap bekerja dan mendapatkan penghasilan,” beber Taufik usai menghadiri Diskusi Ekonomi Lampung Triwulan II tahun 2020 di Diskominfo Provinsi Lampung Rabu (2/9).

Taufik melanjutkan, kondisi menurunnya perekonomian di dasari konsumsi masyarakat yang sangat rendah. Maka itu pihaknya menghimbau dunia usaha bangkit. Apalagi sudah ada pergub 45/2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru-Menuju masyarakat Produktif dan aman Covid-19 provinsi Lampung  guna mendukung dunia usaha tetap berjalan dengan protokol kesehatan.

Baca Juga:   Gubernur Lampung Resmikan Nama Jalan R. Soeprapto

“Kemudian masing-masing pemda baik kabupaten/kota dan provinsi juga harus mempercepat belanja pemerintah, proyek-proyek harus jalan, karena  belanja daerah Pemprov Lampung hingga 31 Agustus tercatat baru Rp2.646.841.792.934,95 atau sekitar 37,63% dari total Rp7.034.221.213.690,28 yang dianggarkan persenlah. Kita yakin triwulan III lebih meningkat,” lanjut Taufik.

Di tambahkan Elvira Umihani, Karo Perekonomian Provinsi Lampung, upaya peningkatan percepatan anggaran ini juga telah sesuai arahan presiden kepada seluruh gubernur diikuti para menteri untuk melakukan percepatan anggaran APBD dan APBDes.

“Jadi harapannya lebih ke ini perlu belanja infrastruktur, yang butuh proses lelang yang harus dilakukan percepatan. Pak gubernur juga akan mengeluarkan surat edaran (SE) pada OPD (organisasi perangkat daerah) dan pemda kabupaten/kota dalam penyerapan anggaran juga,” jelas Elvira.

Dia melanjutkan, penyerapan anggaran sendiri untuk kabupaten/kota saat ini memang telah melewati angka 40%. Namun, jika dibandingkan dengan waktu saat ini yang sudah melewati pertengahan tahun maka masih kurang. “Kalau dikabupaten/kota rata-rata sudah diatas 40%, tapi kan kalau kita hitung sekarang sudah September harusnya sudah diatas 50%. Hambatannya ya karena kemarin Covid-19, dana transfer pemerintah pusat pada saat itu ada hambatan,” tambah Elvira.

Baca Juga:   Dinkes Lampung Pastikan Ketersediaan Obat Covid-19 Aman

Untuk target 2020 juga, lanjut Elvira Bappeda telah menurunkan target pertumbuhan ekonomi di Lampung sampai 2-3%, namun dengan asusmsi pendemi selama enam bulan. Sementara saat ini sudah melewati bulan ketujuh, maka perlu ada revisi.

“Kemudian untuk menaikan perekonomian 2%, maka di triwulan selanjutnya pertumbuhan ekonomi harus tinggi di antara 5-7% ini yang apakah bisa tercapai. Ya meskipun kami tetap optimis,” lanjutnya.

karena selama ini banyak program dari pemerintah pusat dan daerah untuk mendongkrak perkonomian. Mulai dari pemerintah pusat dari restrukturisasi kredit perbankan, insentif pajak, PLN menurunkan tagihannya, dan dari Pemprov Lampung seperti bantuan sosial, ada program mendukung UMKM meningkatkan digitalisasi marketingnya. (rma/wdi)




  • Bagikan