Donor Plasma Konvalesen, Aman untuk Pasien dan Pendonor

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kepala Unit Transfusi Darah, Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Provinsi Lampung, dr.M.Aditya, M.Biomed menegaskan Bagi Calon Pendonor Plasma Konvalesen tidak perlu khawatir. Sebab, plasma konvalesen aman untuk kesehatan tubuh.

“Jangan khawatir untuk mendonor Plasma Konvalesen. Karena aman untuk pendonor maupun penerima donor (pasien),” ungkap Aditya, Senin (19/7).

Dia menjelaskan, ada beberapa tips sebelum melakukan donor plasma, diantaranya Dalam keadaan saat donor tidak ada keluhan, tidur yang cukup dengan minimal 4-5 jam pada malam sebelumnya, konsumsi rendah kolesterol, rendah karbohidrat 1 hari sebelumnya, minum air putih minimal 2 gelas sebelum dan sesudah proses donor plasma serta rileks dan gerakkan kaki berkali-kali saat donor.

Kemudian, calon pendonor konvalesen, diminta untuk tidak memakan makanan berat, dalam kurun waktu empat jam sebelum donor. Hal ini agar dapat plasma yang sempurna.

Baca Juga:   Anggota DPRD Lampung Sarankan Masa Pemutihan PKB Diperpanjang, Sepakat ?

“Saya sudah dua kali donor plasma konvalesen. Yang kedua ini jaraknya dua bulan dari donor plasma pertama,” ucapnya.

Menurutnya, PMI telah memiliki Alat apheresis, yang berfungsi memisahkan sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan Plasma Konvalesen. Dengan Alat ini, dapat memaksimalkan pengambilan Plasma Konvalesen. Namun, hingga saat ini, alat tersebut belum terpakai, karena alat penyambungnya belum tersedia.

“Kalau alat apheresisnya kami sudah punya, tapi kan harus ada alat penyambungnya lagi. Nah, alat penyambungnya ini yang kami belum punya. Kami perkirakan harga alatnya sekitar Rp300-400 juta,” katanya.

Aditya bersyukur mendapat support dari Gubernur Lampung Arinal Djunaidi terkait donor plasma Konvalesen. Sebab, Senin (19/7) siang, PMI dipanggil oleh Gubernur dan Sekda Lampung terkait perkembangan donor plasma Konvalesen.

“Alhamdulillah pak Gubernur siap membantu. Beliau ingin membeli alat penyambung Apheresis untuk memudahkan donor plasma Konvalesen,” katanya.

Baca Juga:   Dear Camat se-Tubaba, Siap-Siap Dapat Pelimpahan Wewenang Ini Dari Bupati

Alat apheresis ini, sambung Aditya, selain memaksimalkan mengambil plasma konvalesen selama dua pekan sekali, juga mendapatkan hasil plasma konvalasen. “Seperti berat badan saya 96 kg bisa capai  sekitar 3 kantong 600 ml,”ucapnya.

dr. Aditya juga menginformasi kan bahwa  dari data 1-18 Juli 2021, Permintaan Donor Konvalesen ada 115 orang. Dengan rincian UTD Lampung sebanyak 72 orang, UTD luar sebanyak 43 orang.

Dimana  Permintaan Plasma Konvalasen per 1-18 Juli 2021 berdasarkan Golongan Darah  yakni  untuk golongan A (28 orang),  B (31 orang),  AB (8 orang)  dan O (48 orang)  dengan jumlah 115 orang. Sementara Permintaan darah untuk golongan A (8 orang), B (3 orang), O (1 orang),  AB (2 orang).

“Sampai saat ini stok Plasma Konvalesen maupun Stok Darah di UTD PMI Lampung masih kosong,” pungkasnya. (gie/yud)




  • Bagikan