Dorong Pemda Utamakan Insentif Nakes, Gubernur: Yang Macet Akan Saya Tegur!

  • Bagikan
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memimpin rapat evaluasi PPKM Mikro, Jumat (6/8). Foto-Foto dok Diskominfotik Lampung

Radarlampung.co.id – Pemprov Lampung mendorong pembayaran insentif tenaga kesehatan (nakes) diutamakan. Mengingat nakes merupakan garda terdepan penanganan Covid-19.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, seluruh pembayaran insentif nakes harus segera dibayarkan. “Kalau ada yang macet nanti saya tegur,” ungkap Arinal, Selasa (31/8) melalui pesan WhatsApp-nya.


Wakil Gubernur Lampung Chusnunia menambahkan, nakes merupakan garda terdepan penanganan Covid-19. Karena itulah hak yang harus diterima nakes harus segera dibayarkan.

“Yang kita tahu, nakes merupakan garda terdepan penanganan Covid-19 saat ini. Karena itu tentu haknya (dalam hal ini insentif) harus diselesaikan,” lanjut Nunik -sapaan akrab Chusnunia.

Nunik pun mengingatkan kepada bupati/wali kota agar tetap memberikan hak-hak tenaga kesehatan berupa insentif. “Ya pak Gubernur selalu mengarahkan untuk memperhatikan nakes. Karena itu kami harap hak nakes segera diselesaikan. Termasuk pembayaran insentif,” tambah Nunik.

Baca Juga:   Kadiskes Lampung Beber Target Vaksinasi Hingga Akhir September

Sementara, Sekretaris Provinsi Lampung Fahrizal Darminto menyebutkan, Pemprov Lampung akan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pencairan insentif nakes ini.

“Kami akan melakukan pembinaan dan pengawasan, termasuk bagaimana kabupaten/kota melakukan administrasi keuangan daerah dan ini juga merupakan suatu kewajiban pemerintah daerah untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat pada penanggulangan Covid-19 termasuk nakes,” ungkap Fahrizal.

Jika kembali ditemukan laporan keterlambatan pencairan, Fahrizal mengatakan Inspektorat bisa turun untuk mendalami hal tersebut. Apalagi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi sudah sangat masif melakukan video konfrensi bersama kepala daerah kabupaten/kota mengimbau supaya pembayaran nakes tidak ditunda-tunda lagi.

“Sebab kita melawan Covid-19 saat ini, ya tentaranya nakes. Kalau tentaranya tidak ada bagaimana? Karena ini ada perintah dari pusat juga 8% dana transfer pusat itu langsung dialihkan untuk penanganan Covid-19 jadi itu harusnya diikuti,” tambahnya. (rma/sur)




  • Bagikan