Dorong Perkembangan Pelaku Ekraf, Bekraf Gulirkan BIP 2018

  • Bagikan

radarlampung.co.id  – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan memberikan Bantuan Insentif Pemerintah (BIP)  2018.  BIP diberikan kepada pelaku ekonomi kreatif (ekraf) dan pengusaha rintisan (startup) sub sektor kuliner, fesyen, kriya, serta aplikasi digital dan pengembangan permainan (game) (AGD).

Pemberian BIP 2018 secara simbolis diserahkan bertepatan saat sosialisasi BIP, dengan pembahasan terkait penambahan modal kerja dan investasi aktiva di JW Marriot Senin (30/4).

Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo menuturkan, Bekraf mendorong pelaku ekraf sekaligus startup meningkatkan kapasitas usaha dan/atau produksi melalui BIP.

“Kami menargetkan BIP untuk tiga subsektor unggulan ekraf yaitu kuliner, fesyen, dan kriya dengan jumlah kontribusi 74,81 persen senilai 640 Triliun pada PDB ekraf 2016. AGD adalah subsektor prioritas yang juga kami dukung perkembangannya karena memiliki sublimasi efek ke subsektor lainnya,”ujar Fadjar.

Pedoman umum penyaluran BIP berdasarkan Peraturan Kepala Bekraf Nomor 19 Tahun 2016 tertuang pada petunjuk teknis yang bisa diunduh di portal bekraf.go.id. Pendaftaran BIP sekaligus seleksi administrasi dan kurasi dimulai 30 April s.d 20 Mei 2018. Pendaftaran online melalui https://bip.bekraf.go.id

Baca Juga:   Dana Pihak Ketiga bank bjb Tumbuh 21% pada Triwulan II 2021

Persyaratan yang harus dipenuhi pendaftar BIP antara lain pelaku usaha atau badan usaha ekraf yang berbadan hukum maupun tidak, mengajukan proposal, dan calon penerima tidak sedang menerima bantuan sejenis dari pemerintah pusat maupun daerah dalam tahun berjalan. Penerima BIP berkewajiban memberikan laporan kinerja setiap enam bulan selama lima tahun.

Bekraf melakukan seleksi administrasi, wawancara, dan verifikasi lapangan untuk penerima BIP. Kurator menyeleksi kelayakan bisnis, model dan solusi bisnis, potensi pasar, tingkat persaingan dan jumlah modal kerja yang dibutuhkan. BIP diberikan dengan transfer dana maksimal dua ratus juta untuk setiap penerima.

Dalam kegiatan sosialisasi Bekraf mengundang pelaku usaha ekraf dan startup dari empat subsektor target penerima BIP, lembaga pendukung seperti akselerator dan inkubator, komunitas dan asosiasi terkait, Kementerian/Lembaga (K/L) lainnya, serta rekan media/pers pada sosialisasi BIP.

Baca Juga:   HaloBCA, Hadir untuk Hindarkan Nasabah Dari Akun Palsu

Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, membuka acara dan memberikan pengarahan BIP. Inspektur Bekraf, Dicky Djatnika Ustama, menyampaikan tata kelola BIP. Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Syaifullah, menjelaskan BIP ke empat sub sektor target BIP. Direktur Riset dan Pengembangan Ekraf, Wawan Rusiawan, juga hadir menginformasikan Bekraf Information System on Mobile Application (BISMA).

Bekraf turut mengundang Ketua AMVESNINDO, Jefri Sirait; Wakil Ketua  II AMVESINDO, Donald Surjana Wihardja; Deputi Akses Jaringan & Permodalan Asosiasi Game Indonesia (AGI), Cipto Adiguno Direktur PBMT Ventura, Harjono Sukarno Pembina Asosiasi Big Data Indonesia dan Pembina Asosiasi Ilmuwan Data Indonesia, Beno Pradekso dan Tim Administrasi BIP, Irwan Prasetyo. (ynk/ynk)




  • Bagikan