Dosen dan Mahasiswa ITERA lakukan Pelatihan Pembuatan, Pengenalan Wadah Hand Sanitizer berbasis Sensor di SMK Yadika Pagelaran

  • Bagikan
FOTO TIM PENGABDIAN ITERA : Dosen dan Mahasiswa ITERA lakukan Pelatihan pembuatan dan pengenalan wadah hand sanitizer berbasis sensor di SMK Yadika Pagelaran
Dosen dan Mahasiswa ITERA lakukan Pelatihan pembuatan dan pengenalan wadah hand sanitizer berbasis sensor di SMK Yadika Pagelaran. FOTO TIM PENGABDIAN ITERA :

 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dosen dan mahasiswa program studi (prodi) kimia serta mahasiswa prodi teknik elektro dan mesin ITERA, melaksanakan pelatihan pembuatan hand sanitizer dan perakitan wadah hand sanitizer berbasis sensor di SMK Yadika Pagelaran, Pringsewu pada hari jum’at (19/11).


Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk transfer knowledge kepada masyarakat yang menjadi bagian Tri Dharma Perguruan Tinggi. Acara ini hadiri oleh 27 siswa SMK Jurusan Farmasi, guru, dan kepala sekolah SMK Yadika Pagelaran, Pringsewu.

Tim Pengabdian masyarakat ITERA terdiri dari Demi Dama Yanti, S.Si., M.Si (Dosen Prodi Kimia ITERA sekaligus Ketua Tim Pengabdian) bersama Anggota Tim Pengabdian masyarakat lainnya yaitu
Alvien Ghifari, S.Si., M.Sc (Dosen Prodi Kimia) beserta mahasiswa prodi kimia, teknik elektro, dan teknik mesin.

Mahasiswa yang terlibat yaitu Bagus Pratama (Mahasiswa Teknik Elektro), Amzen Manhadi (Mahasiswa Teknik Mesin), Syahdila  Rahmadianti E.P(Mahasiswa Kimia), Mulyadi (Mahasiswa Kimia), dan Ramdhan Firman (Mahasiswa Kimia).

Demi Dama Yanti, S.Si., M.Si (Dosen Prodi Kimia ITERA sekaligus Ketua Tim Pengabdian) menjelaskan bahwa pentingnya transfer ilmu untuk menunjang perkembangan ilmu pengetahuan.

Lebih rinci, Demi menjelaskan bahwa Handsanitizer sudah menjadi kebutuhan yang penting di era New normal guna untuk melindungi diri dari penularan virus COVID-19 melalui sentuhan, handsanitizer sangat dibutuhkan.

Baca Juga:   Unila Buka Assesmen Lapangan Akreditasi Pendidikan Teknologi Informasi

Hampir setiap saat hand sanitizer digunakan. Walaupun demikian, masih banyak masyarakat yang belum memahami cara membuat handsanitizer sendiri.

Alvien Ghifari, S.Si., M.Sc (Dosen Prodi Kimia) juga menginformasikan, Siswa SMK Farmasi merupakan bagian dari masyarakat ilmiah yang mengambil peran penting dalam dunia kesehatan, sebagai langkah awal untuk penerapan ke masyarakat, perlu diberikan pelatihan pembuatan hand sanitizer kepada siswa SMK Jurusan Farmasi.

Tim pengabdian masyarakat Prodi Kimia ITERA dengan berpedoman pada Guide to Local Production: WHO-recommended Handrub Formulations yang dikeluarkan WHO dalam melaksanakan pelatihan kepada siswa SMK Jurusan Farmasi.

Dalam pedoman yang digunakan ini, ada empat bahan yang diperlukan untuk membuat hand sanitizer. Bahan utama pembuatan hand sanitizer adalah alkohol bisa berupa etanol 96 Persen maupun isopropil alkohol 75 Persen.

Bahan-bahan tersebut umum ditemui di apotek. Sehingga memungkinkan masyarakat untuk membuat hand sanitizer secara mandiri. Selain alkohol, diperlukan juga bahan lain seperti hidrogen peroksida 3 persen dan gliserol 98 Persen

Baca Juga:   Kagumi Arsitektur Universitas Teknokrat Indonesia, Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia Siap Teken MoU

Pada kegiatan ini, juga dikenalkan dispenser hand sanitizer berbasis sensor untuk mengurangi interaksi sentuhan. Salah satu cara penularan COVID-19 adalah melalui sentuhan.

Oleh karena itu, wadah hand sanitizer berbasis sensor sangat diperlukan terutama di tempat ramai seperti sekolah.

Mahasiswa Prodi teknik elektro  ITERA, Bagus Pratama menambahkan dalam pembuatan Dispenser Otomatis untuk Hand Sanitizer ini dibuat dengan basis Mikrokontroller Arduino Nano.

Untuk sensornya sendiri menggunakan sensor Ultrasonic, dan untuk mengalirkan hand sanitizernya digunakan WaterPump Submersible 5 V dengan tambahan relay sebagai saklar dari pompa air tersebut. Selain menggunakan Sensor Jarak (Ultrasonic) digunakan juga sensor Infrared untuk membaca objek didepanya, hal ini bertujuan untuk mengenalkan keberagaman teknologi sensor.

Cara Kerjanya, dengan memanfaatkan masukan berupa sensing objek dari sensor (Ultrasonic/Infrared),lanjut Bagus, lalu di proses pada mikrokontroller, selanjutnya output berupa relay yang akan menghidup atau matikan Pompa Air, sehingga handsanitizer yamg terdapat pada wadah dapat dikeluarkan melalui Nozel.

“Penggunaan alat ini cukup mudah yaitu dengan menaruh tangan di bawah sensor lalu handsanitizer akan keluar dari Nozel,”tutupnya. (gie/rls/yud)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan