Dosen Itera Berikan Pelatihan Inovasi Keripik Kulit Manggis dan Digital Marketing di Kecamatan Kota Agung Timur

  • Bagikan
Dosen Itera melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Tanggamus. Foto Itera
Dosen Itera melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Tanggamus. Foto Itera

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dosen Itera melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), dengan mengangkat tema “Strategi Pemanfaatan Limbah Kulit Manggis Melalui Pelatihan Pembuatan Inovasi Keripik Kulit Manggis dengan Digital Marketing di Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus”, Kamis (30/6).

Pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan tim dosen Itera melalui Purino Pusat Prediksi dan Pemodelan Risiko ke Kecamatan tersebut beberapa waktu lalu.


Dalam kunjungan tersebut, Camat dan beberapa Pekon menyampaikan permasalahan yang terjadi di daerahnya. Di antaranya terkait limbah kulit manggis. Masyarakat di sana hanya mengonsumsi daging buahnya saja, sedangkan kulit manggisnya menjadi limbah.

Sekretaris mewakili Camat Kota Agung Timur Apandi S.IP. mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik kegiatan pelatihan tersebut. Oleh sebab itu, ia berharap kegiatan ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh masing-masing perwakilan Pekon yang hadir sebagai peserta.

Sementara, Yovi Yanas selaku kepala Pekon Sukabanjar juga sangat mengapresiasi dan berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

“Tanggamus sebagai salah satu daerah penghasil manggis terbesar di Lampung, sehingga sangat diperlukan pengetahuan dalam pemanfaatan limbah kulit manggis,” ujarnya.

Ketua Tim PkM Itera Andi Fitriawati S.Pd., M.Si. menuturkan, pelatihan ini bertujuan agar masyarakat di sekitarnya mampu mengolah limbah kulit manggis menjadi keripik yang bernilai ekonomi. Bahkan menjadi oleh-oleh khas Tanggamus yang kemudian dipasarkan.

Amalia Listiani, S.Pd., M.Sc., menambahkan, pemasaran keripik kulit manggis dapat dilakukan melalui digital marketing yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi suatu kegiatan yang berkelanjutan antara Itera dan Tanggamus di masa depan,” pungkasnya. (**/sur)




  • Bagikan