Dosen Program Studi Sains Aktuaria Gelar Pelatihan Penggunaan Desmos

  • Bagikan
Pengabdian masyarakat Prodi Sains Aktuaria di SMP Negeri 1 Jati Agung. Sumber Foto: Prodi Sains Aktuaria

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dosen Program Studi Sains Aktuaria melakukan pengabdian kepada masyarakat, dengan mengangkat tema “Pelatihan Penggunaan Desmos sebagai Media Visual Pembelajaran Matematika pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di SMP Negeri 1 Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan”, Senin (14/6).

Pelatihan ini merupakan pelatihan yang kedua kalinya dari Program Studi Sains Aktuaria Institut Teknologi Sumatera (Itera) di SMP Negeri 1 Jati Agung. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Dra. Rd. Emi Sulasmi, M.Pd., selaku Kepala SMP Negeri 1 Jati Agung.

Emi Sulasmi mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik kegiatan tersebut. Sebab, menurutnya, kegiatan yang diselenggarakan oleh Itera selalu dapat menambah pengetahuan, dan memotivasi guru di SMP tersebut.

Baca Juga:   Kemenag Lampung Sukses Gelar Lomba Film Pendek

“Kegiatan seperti ini selalu memberikan pengetahuan baru bagi sata dan para dewan guru, juga agar kami dapat lebih memanfaatkan teknologi dan informasi dalam pembelajaran selama masa pandemik seperti saat ini,” ujarnya, Senin (14/6).

Sementara, Pengawas dari Dinas Pendidikan Lampung Selatan Drs. Abas Hairohmat, M.Pd., menuturkan, kegiatan ini merupakan bentuk suatu hubungan baik yang saling membutuhkan antara dosen dan para guru.

“Mudah-mudahan ilmu dan wawasan yang didapat menjadi keberkahan bagi kita semua,” katanya.

Ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat prodi Sains Aktuaria Itera Radot M. Siahaan, M.Si., menambahkan, Desmos diciptakan untuk pembelajaran matematika di jenjang SD dan SMP. Sehingga, pada prakteknya, siswa dapat langsung menerapkan desmos untuk pembelajaran, yang juga diharapkan Desmos dapat diaplikasikan tidak hanya untuk mata pelajaran matematika, tetapi bisa juga diaplikasikan untuk mata pelajaran IPA lainnya.

Baca Juga:   Gelar Pelatihan Pembuatan MP-ASI

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi suatu kegiatan yang berkelanjutan di masa depan. Sehingga para guru selalu dapat meng-update wawasannya terhadap perkembangan teknologi dan informasi,” pungkasnya. (*/sur)




  • Bagikan