Dosen UBL Ini Uji Struktur Baja untuk Kurangi Beban Gempa

  • Bagikan
Penelitian struktur baja oleh Dosen UBL dilakukan di Laboratorium Pengujian Struktur, PUSKIM PUPR Bandung. foto ist

radarlampung.co.id-Beban gempa pada aplikasi struktur baja jadi fokus penelitian dan pengujian Dosen Universitas Bandar Lampung (UBL) Ronny Hasudungan Purba, S.T., MSCE., Ph.D.

Pengujian di lakukan di Laboratorium Pengujian Struktur dan Konstruksi Bangunan PUSKIM (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Pemukiman), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bandung. Pengujian dilakukan sejak awal Februari 2019 lalu. Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Bandung Ir. Muslinang Moestopo, MSEM., Ph.D. digandeng dalam pengujian tersebut.

Ronny menjelaskan, pengujian tipe dinding geser pelat baja berukuran besar (2,5 m x 4 m) yang dilakukan selama dua bulan ini, baru pertama kali di Indonesia. Maksud dari pengujian tersebut untuk memahami perilaku dan kinerja dinding geser plat baja ketika memikul beban gempa.

“Pengujian ini baru pertama kali dilakukan, selain karena masih relatif baru untuk konstruksi baja di Indonesia, juga belum banyak lab yang bisa memfasilitasi pengujiannya. Sebab di Laboratorium Pengujian Struktur, PUSKIM PUPR memiliki alat simulasi beban gempa. Jadi, konstruksi dinding geser pelat baja ini terbuat dari pelat tipis setebal 1,3 mm dan disokong oleh portal baja di sekelilingnya,” katanya dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Selasa (16/4).

Baca Juga:   Ranking Webometrics, UIN RIL Tiga Besar PTKIN 

Sehingga, ketika gempa terjadi, pelat tipis tersebut akan tertekuk dan berfungsi menyerap energi gempa. “Hasilnya tidak merusak konstruksi utama gedung. Dengan ungkapan lain, pelat baja tipis tesebut sengaja dikorbankan untuk rusak akibat beban gempa, sehingga gedung utama tidak perlu mengalaminya,” jelas penerima penghargaan penelitian Raymond C. Reese American Society of Civil Engineers (ASCE) 2016 itu, Selasa (16/4).

Dia berharap hasil penelitiannya dapat digunakan sebagai acuan struktur baja penahan gempa di Indonesia.

“Secara teknis, dengan dipahaminya perilaku dinding geser pelat baja ini, bisa digunakan untuk struktur baja penahan beban gempa di Indonesia. Serta bagi mahasiswa yang terlibat dapat memiliki pemahaman yang lebih baik akan topik struktur dan kegempaan juga memiliki pengalaman penelitian untuk penunjang penulisan tugas akhir,” ucap Ronny.

Baca Juga:   EF Lampung Gulirkan Pesta Diskon Paket Kursus

Penelitian ini merupakan kelanjutan dari disertasi doktoral yang ditekuni peneliti ini beberapa waktu yang lalu di University at Buffalo, the State University of New York, U.S.A, dan saat ini didanai oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) lewat skema hibah postdoctoral.

Dalam penelitiannya, Ronny juga melibatkan dua mahasiswa Teknik Sipil UBL yaitu Sella Gita Rizkia dan Didi Prasetyo serta seorang alumni Teknik Sipil UBL Ruri Damayanti, S.T., sebagai Asisten Peneliti. (rls/rur/wdi)




  • Bagikan