Dosen Universitas Aisyah Pringsewu Gelar PKMS Guna Kembangkan Produk Konveksi Rumahan


Radarlampung.co.id – Konveksi rumahan di RT 03 RW 03  Pekon Podosari merupakan salah satu industri kecil yang ada di wilayah Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Konveksi ini bernama El Tasneem Rumah Jahit.

Produk yang dihasilkan adalah pakaian olahraga untuk siswa sekolah dasar. Usaha ini didirikan bersama-sama oleh kelompok ibu-ibu rumah tangga di Pekon Podosari yang terletak di Jl. Lentera Jiwa, Podosari, Pringsewu.





Usaha tersebut sudah berjalan hampir 2 tahun dan cukup prospektif, dengan jumlah permintaan yang cukup meliputi pakaian olahraga. Namun usahahanya berjalan di tempat dan tidak mengalami perkembangan berarti, terlebih lagi adanya pandemi Covid-19, terjadi penurunan permintaan dari konsumen.

Permasalahannya adalah tidak terpenuhinya pesanan konsumen karena terbatasnya ketrampilan mitra dalam pengembangan produk, rendahnya pengetahuan mitra dalam menghitung dan mengelola keuangan, tidak adanya mesin potong kain serta pengunaan peralatan seadanya sehingga proses produksi belum efisien dan efektif karena  proses produksi berjalan lambat, serta belum adanya penerapan teknologi informasi untuk memasarkan produknya.

Untuk  meningkatkan permintaan pelanggan maka dilakukan pengabdian kepada masyarakat program kemitraan masyarakat stimulus (PKMS)  yang bertujuan untuk meningkatkan  keterampilan dalam pengembangan produk, manajemen keuangan, dan pemasaran melalui sosial media, sehingga meningkatkan pendapatan usaha konveksi skala kecil ini. Demikian diutarakan Psiari Kusumawardani, salah satu mahasiswa yang mengikuti PKMS ini.

Psiari menjelaskan, metode yang digunakan adalah sosialisasi, penyediaan peralatan, demonstrasi pengembangan produk, manajemen keuangan, dan pemasaran produk secara online. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat PKMS yang diperoleh mitra dapat membuat pola dasar kemeja dan membuat baju gamis  home dress. Serta  memberikan  dampak yaitu peningkatan penjualan pagi mitra.

Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan membuat pola dasar dan pakaian gamis, laporan keuangan dan pemasaran melalui media sosial kepada  pada 4 orang kelompok ibu-ibu konveksi rumahan, untuk mengetahui peningkatan pengetahuan mitra pasca kegiatan. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi sehingga memberikan pengetahuan dasar kepada mitra untuk mengembangkan usahanya.

Pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Hikmah Ifayanti, S.Keb.,Bd.,M.Kes dengan materi pengetahuan membuat pola dasar kemeja; Eka Nurzanah, M.Acc dengan materi membuat pelaporan keuangan untuk pengusaha kecil; dan Hikmah Ifayanti, S.Keb.,Bd.,M.Kes dengan materi trik pemasaran produk melalui sosial media.

Kemudian, pelatihan skill dilakukan beberapa tahap. Yang pertama adalah pelatihan pengembangan produk dilakukan selama 7 hari. Dengan pemateri Hikmah Ifayanti, S.Keb.,Bd.,M.Kes. Kegiatan ini dilakukan dengan praktek langsung mengukur, membuat pola, dan menjahit pakaian.

Kegiatan tersebut juga dilakukan bersamaan dengan pemberian peralatan yang dibutuhkan, yaitu berupa mensin jahit typical servo. Pelatihan skill yang ke dua adalah pembuatan laporan keuangan yang baik, ringkas, dan benar.

Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Pelatihan dilakukan selama 1 hari dengan pemateri Eka Nurzanah, M.Acc dan Uswa Mar’atu Solehah yang merupakan mahasiswa Prodi Akuntansi Universitas Aisyah Pringsewu.

Pelatihan skill yang ketiga yaitu praktik cara melakukan foto produk dan melakukan pemasaran yang digunakan menggunakan aplikasi media sosial yaitu Whatsapp, ,Instagram dan Facebook oleh tim mitra yang dipantau oleh tim pengabdian masyarakat. Hasil keberhasilan pelatihan skill ini diukur menggunakan kuesioner sikap.

Hasil yang diperoleh dari PKMS sesuai yang dibutuhkan mitra, yaitu adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Pelatihan tersebut mengasah skill dari ibu-ibu yang tergabung dalam konveksi rumahan.

Setelah  pelatihan, mitra dapat mengembangkan produk yang berupa gamis dan home dress. Sehingga terdapat peningkatan produk yang dihasilkan, sehingga terdapat peningkatan  pendapatan mitra. (rls/sur)