Dua Atlet Muaythai Lampung Huni Peringkat Satu Pelatnas

  • Bagikan
Ketum KONI Lampung Prof Yusuf Barusman mengunjungi tempat pelatihan atlet PON cabor Muaythai, Kick Boxing dan Wushu. FOTO DOK. KONI LAMPUNG 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dua atlet Muaythai Lampung: Agus Dwicahyo dan Mitra Edisyah Putra Waruwu, menjadi pilihan utama Lampung di PON Papua 2021 ini. Keduanya menjadi andalan di masing-masing nomor spesialisnya.

Agus yang sukses mendulang medali emas di Porwil Bengkulu 2019 lalu menjadi andalan di nomor WayKrue. Sementara Mitra kini diandalkan di kelas 54 Kg Shanda atau laga.
Keduanya kini masuk di training center yang diadakan Pengurus Besar Muaythai bersama beberapa atlet daerah lainnya.


Pemanggilan mereka berdasarkan hasil dari kejuaraan nasional beberapa waktu lalu, di mana keduanya menempati ranking pertama di masing-masing nomor andalannya.

Khairil Anas selaku pelatih Muaythai Lampung menuturkan, masuknya kedua atlet itu ke training center PB merupakan keuntungan sendiri, karena mereka mendapatkan penanganan yang lebih lengkap oleh pelatih-pelatih nasional dan memiliki lawan tanding yang sepadan.

“Agus dan Mitra kan sekarang di peringkat satu, nah itu harus terus kita awasi dan jaga agar mereka tetap pada peringkat itu selama di training center, ini penting untuk masa depan mereka bisa menjadi tim pembela merah putih di tingkat internasional,” kata Charles –sapaan akrab Khairil Anas.

Keuntungan lainnya, mereka juga akan diikutkan dalam lawatan ke Thailand dalam rangka ujicoba dan training camp oleh PB Muaythai.

“Rencananya mereka Juli mendatang akan ke Thailand. Nah ini kan kesempatan baik mereka menimba ilmu dari negeri asalnya Muaythai. Tentu ini sangat positif,” tambahnya.

Charles menekankan, kepada keduanya untuk menjaga semua tahapan latihan jangan sampai cedera sekecil apapun. “Karena bagaimanapun di sana mereka dalam persaingan ketat. Karena di setiap kelas ada pesaingnya, sehingga mereka harus menjaga agar tetap pada peringkat atas, sehingga kemungkinan lolos menjadi atlet merah putih sangat besar,” ujarnya.

Kendala non teknisnya memang soal situasi lebaran Idul Fitri, di mana seluruh atlet Training Center PB Muaythai harus tetap berada di Jakarta, tidak boleh pulang kampung.
“Ini bentuk dari sebuah disiplin dan loyalitas. Mereka memang berkeinginan agar bisa lebaran di rumah masing-masing. Tetapi karena aturan PB mengharuskan mereka berangkat 4 Mei, maka harus berangkat mengikuti program latihan di PB,” ungkap mantan atlet peraih Medali Perak SEA Games itu. (nca/sur)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan