Dua Bulan, 18.903 Orang Lampung Pindah Domisili

  • Bagikan
Rakor Persiapan Pemutakhiran DPB bersama KPU kab/kota secara daring beberapa waktu lalu. Foto Dok KPU Provinsi Lampung

RADARLAMPUNG.CO.ID- Selama dua bulan di tahun 2021, Januari-Februari, sebanyak 18.903 penduduk lampung berpindah ke daerah lain. Ini berdasarkan data jumlah penduduk lahir, mati, pindah, dan datang (Lampid) 15 kabupaten/kota se Provinsi Lampung tahun 2021 yang dicatat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Lampung.

Dari data, Kadisdukcapil Achmad Syaefullah memaparkan, akta lahir sebanyak 47.683 penduduk, kemudian akta kematian berjumlah 3.537 penduduk dan angka kedatangan sebanyak 16.290 penduduk.


Dia menjelaskan, memang banyak alasan masyarakat yang berpindah dari lampung. Diantaranya pindah kerja, ikut suami atau istri, ikut orang tua atau anak dan lain-lain. “Detailnya saya harus buka big data. Bisa jadi juga karena ditinggal pacar atau kekasih,” selorohnya, Senin (29/3).

Secara nasional, sepanjang empat bulan dari November 2020 hingga Februari 2021, juga terjadi pergerakan data statistik kependudukan berupa jumlah penduduk yang lahir, meninggal dan pindah domisili.

Pada Nopember 2020 tercatat sebanyak 170.278 bayi lahir. Sebulan berselang, pada Desember jumlah bayi yang lahir sedikit menurun menjadi 146.693 jiwa. Kemudian awal tahun 2021 pada Januari tercatat jumlah bayi lahir sebanyak 113.057 jiwa. Pada Februari 2021, jumlah bayi lahir turun menjadi 71.291 jiwa. Sehingga selama 4 bulan sejak Nopember 2020 hingga Februari 2021 jumlah pertambahan penduduk Indonesia sebanyak 501.319 jiwa.

Data statistik kependudukan Dukcapil juga mencatat angka kematian selama 4 bulan terakhir, mulai Nopember 2020 hingga Februari 2021, yakni sebanyak 355.332 jiwa. Terdiri mulai Nopember 2020 penduduk yang meninggal dunia sebanyak 87.161 jiwa, pada Desember 2020 sejumlah 86.503 jiwa, Januari 2021 (88.625) dan Februari 2021 penduduk meninggal sebanyak 93.043 jiwa.

Selanjutnya, Dukcapil juga mencatat jumlah penduduk yang melakukan pindah domisili sejak Nopember 2020 hingga Februari 2021 sebanyak 2.034.715 jiwa. Jumlah ini terdiri penduduk yang pindah pada Nopember 2020 sebanyak 508.069 jiwa; kemudian pada Desember 2020 sebanyak 529.382 jiwa. Pada awal 2021 di bulan Januari, penduduk yang pindah alamat sebanyak 498.213 jiwa, pada Februari 2021 jumlah sedikit meningkat menjadi 499.051 jiwa. “Saya kira penjelasan saya juga tidak jauh beda dengan pak Dirjen Dukcapil Kemendagri,” kata dia.

Sementara, Komisioner KPU Provinsi Lampung, Kordiv Data dan Informasi, Agus Riyanto mengatakan, data Lampid secara resmi yang menerima adalah KPU RI dari Ditjen Dukcapil Kemendagri. Namun, pada dasarnya, kata Agus pihaknya bersama KPU kabupaten/kota tetap melakukan pendataan yang berpotensi masuk dalam daftar pemilih baru maupun yang hilang lantaran meninggal dunia. “Untuk pendataan juga, Daftar Pemilih Berkelanjutan kabupaten/kota juga berkoordinasi dengan Dukcapil.  Nanti rekapitulasinya per triwulan di tingkat Provinsi,” ucapnya.

Di Lampung sendiri, terdapat 2.486 pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS). Hal tersebut terungkap dari data KPU Provinsi Lampung, teriait Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) per Januari 2021.

Dari data tersebut, jumlah pemilih di 15 kabupaten/kota di Sai Bumi Ruwa Jurai berjumlah 5.972.338 orang dari DPT berjumlah 5.956.599 orang. Sementara, Potensi Pemilih Baru tercatat berjumlah 18.225 orang.

Komisioner KPU Provinsi Lampung, Kordiv Data dan Informasi Agus Riyanto menjelaskan, sdata TMS tersebut berbasiskan data DPT Pilkada 9 Desember 2020 silam. Sisanya perbaharuan DPB secara berkala. “Itu merupakan hasil pleno KPU se Lampung data per Januari 2021,”ucap Agus.

Agus melanjutkan, jika melihat dari DPT maupun DPB ada pengurangan jumlah pemilih TMS. Namun, ada penambahan dari sisi potensi pemilih baru. Hal ini rata-rata disebabkan banyak penambahan umur atau masyarakat yanh wajib e-KTP atau TNI/Polri yang pensiun.

Hasil pleno tersebut, angka pemilih TMS terbesar ada di Pesawaran yakni berjumlah 571 orang, disusul Lampung Tengah (503 orang), dan Waykanan (429 orang). “Pemutakhiran data pemilih ini tetap berlanjut hingga pelaksanaan pilkada. Monitoring di Provinsi atau pleno kita lakukan per tiga bulan,” kata dia. (abd/wdi)




  • Bagikan