Dua Daerah di Lampung Integrasikan PISA

  • Bagikan
FOTO ILUSTRASI PEXELS

Radarlampung.co.id – Dua daerah di Lampung mulai mengintegrasikan Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) dengan sarana dan prasarana pemenuhan hak anak. PISA merupakan pusat informasi dengan fokus pada penyediaan informasi terintegrasi yang dibutuhkan oleh anak, dengan pendekatan pelayanan yang ramah anak.

PISA dapat berdiri sendiri atau berintegrasi dengan sarana dan prasarana pemenuhan hak anak yang sudah ada.


Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Lampung Fitrianita Damhuri mengatakan, kehadiran PISA sangat penting untuk memastikan anak mempunyai wadah dalam mendapatkan informasi yang layak bagi anak.

Menurutnya, di Lampung baru Bandarlampung dan Tulangbawang yang terdata sudah memiliki PISA terintegrasi.

Di Bandarlampung, PISA berada di Kantor wali kota terintegrasi dengan adanya ruang bermain anak, perpustakaan, serta lainnya.

Sementara, di Tulangbawang PISA ada di Kantor Kecamatan Penawartama. Terintegrasi dengan perpustakaan, ruang bermain anak, dan lain-lain.

Selain di Kantor Kecamatan Penawartama, PISA terintegrasi di Tulangbawang juga berada di RSUD Menggala.

Baca Juga:   Miliki Peran Strategis, Pemkab Tuba Minta Operator Kampung Melek Teknologi

Karenanya, Dinas PPPA Lampung mendorong daerah lain untuk mengembangkan PISA dengan mengintegrasikan sarana dan prasarana pemenuhan hak anak yang telah ada, seperti: tempat bermain, perpustakaan atau ruang baca, ruang kreativitas dan multimedia, serta tempat konsultasi.

Di samping itu, PISA juga menjadi salah satu indikator utama bagi daerah untuk mendapatkan predikat sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

Menurut Fitri, di Lampung sudah ada 13 daerah yang sudah menuju predikat KLA. Ia berharap Kabupaten/kota tersebut dapat lebih mengoptimalkan kembali.

“Kita masih memiliki pekerjaan rumah dan menjadi motivasi kita. Dua daerah yakni Mesuji dan Tulangbawang Barat belum (KLA),” ungkap Fitri kepada radarlampung.co.id, Kamis (9/9).

Dia berharap Kabupaten/kota yang sudah menuju predikat KLA bisa naik kelas atau meningkat. Semisal dari pratama menuju madya, atau madya menuju nindya dan seterusnya.

13 kabupaten/kota yang sudah menuju KLA yakni Tulangbawang, Bandarlampung, Pesawaran, dan Lampung Selatan dengan predikat madya. Lampung Timur, Waykanan, Lampung Tengah, Pesisir Barat, Lampung Barat, Pringsewu, Tanggamus, Lampung Utara, dan Metro dengan predikat pratama. Sementara untuk predikat nindya, utama dan KLA belum ada.

Baca Juga:   Lesung Milenium Tulangbawang Juara III TTG Nasional

“Ini menjadi sebuah titik awal yang baik karena menjadi sebuah bentuk apresiasi. Mudah-mudahan setelah ini daerah dapat lebih terpacu,” ujarnya.

Menurutnya, untuk mewujudkan KLA bukan hanya menjadi tugas Dinas PPPA dan kepala daerah. Namun juga kolaborasi dari instansi lain seperti: Dinas Kominfo, Dinas Pendidikan, perpustakaan, dunia usaha, dan perguruan tinggi.

Sebagai salah satu indikator untuk KLA, daerah yang sudah memiliki PISA di diharapkan dapat lebih efektif dan maksimal lagi kedepannya.

Untuk mempercepat pengembangan PISA, Dinas PPPA di daerah dapat mengidentifikasi sarana yang ada di wilayahnya. Mengembangkan PISA bukan berarti membuat sesuatu yang baru, tetapi mengoptimalkan sarana informasi yang sudah ada, menjadi wadah bagi anak untuk mendapatkan informasi, mengembangkan bakat, tempat bermain dan juga tempat konsultasi, tentunya dengan pelayanan yang ramah anak. (nal/sur)




  • Bagikan