Dua Jenazah Korban Sriwijaya Air Tiba di Lampung, Keluarga Masih Tampak Terpukul

  • Bagikan
Dewi Lestari (34), istri Yohanes, salah seorang korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak menangis di depan peti jenazah yang tiba di terminal kargo Bandara Radin Inten II, Lampung Selatan, Rabu (27/1). Jenazah akan dimakamkan di kampung halamannya, Desa Totomakmur, Kecamatan Batuputih, Tulangbawang Barat. FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dua jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182: Sugiono Effendi dan Yohannes warga Desa Toto Makmur, Kec. Batuputih, Tulangbawang Barat (Tubaba) telah dipulangkan ke Lampung, Rabu (27/1). Melalui Bandara Raden Inten II Lampung.

Pantauan radarlampung.co.id, kedua jenazah tiba di Bandara Raden Inten II sekitar pukul 07.45 WIB. Dengan dijemput dua ambulan dari pihak Rapi Peduli. Terlihat juga, keluarga korban ikut menjemput kedua jenazah.

Azis Abdul (23) adik ipar dari almarhum Sugiono Effendi mengatakan, pihak keluarga merasa lega ketika diinformasikan bahwa jenazah kakak iparnya itu berhasil diidentifikasi.

“Yang pasti keluarga lega. Pun bercampur sedih tentunya atas berhasil ditemukannya kakak kami ini,” katanya.

Baca Juga:   Balon Kakam Gagal di Tes Narkoba, Dua Kampung Ini Buka Daftar Ulang

Menurutnya, istri almarhum tidak bisa ikut menjemput jenazah dari Sugiono Effendi. Dikarenakan hingga saat ini masih trauma. “Istrinya sampai sekarang masih sedih. Kadang masih sering pingsan,” kata dia.

“Ketika mendapat informasi pesawat yang ditumpangi almarhum jatuh, di situ keluarga bimbang. Juga sedih. Almarhum sendiri masih mempunyai anak satu. Yang kini duduk di bangku sekolah kelas 2,” sebutnya.

Dirinya menambahkan, keluarga dari istrinya tak ada firasat apapun atas kepergian almarhum Sugiono Effendi. “Karena memang sebelum berangkat juga enggak ada firasat apa-apa,” jelasnya.

Baca Juga:   Positif Covid 19 Tanggamus Tambah Dua Kasus

Almarhum Sugiono Effendi memang sudah 6 bulan ini bekerja di Kalimantan Barat. Dan dia pulang ke Lampung untuk menjenguk ibunya yang sedang sakit. “Di kampung (Toto Makmur) almarhum ini mengajak kedua temannya: Pipit Piyono dan Yohannes untuk ikut merantau bekerja,” ujarnya.

Memang, lanjut dia, ketiga korban ini merupakan satu kampung dan teman dari semasa masih anak-anak dulu. “Istilahnya teman bermain lah,” ucapnya.

Direncanakan jenazah almarhum Sugiono Effendi akan dimakamkan di kampung halamannya: Toto Makmur. “Tempat pemakamannya nanti tidak satu komplek dengan almarhum Pipit dan Yohannes,” ungkapnya.

Senada dikatakan paman dari almarhum Yohannes. Yakni Selamet (55), yang juga mengaku pihak keluarga tak mempunyai firasat apapun terkait meninggalnya almarhum Yohannes. “Dia baru sekali ini bekerja di sana (Kalimantan Barat). Itu juga diajak oleh Sugiono Effendi. Sebelumnya kerja sebagai petani di kampung,” katanya.

Baca Juga:   Simak, Ini Kata Wakil Ketua DPRD Lampung Soal Dukungan Jaksa Agung ke-4 jadi Pahlawan Nasional

Almarhum Yohannes sendiri pun baru mempunyai anak yang masih berumur 2 tahun. “Istrinya sangat terpukul atas kepergian almarhum,” kata dia.

Direncanakan, lanjut dia, jenazah almarhum Yohannes akan dimakamkan satu komplek dengan jenazah Pipit Piyono di Desa Toto Makmur. “Nanti akan dimakamkan di SP 4 D dekat jenazah almarhum Pipit,” ungkapnya. (ang/sur)



  • Bagikan



Viral Polisi Terlantar di Merak, Brigadir Agus Dijemput Pulang Polda Lampung Diduga Bunuh Diri, Pemuda Nekat Tabrakkan Diri ke Kereta Lampung Barat Diguncang Gempa Tektonik