Dua Kali Pecah Kaca di Pemkot, Yusuf Kohar Pilih Bungkam

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Sudah dua kali terjadi kasus pecah kaca di Gedung Satu Atap Pemkot Bandarlampung. Penyebabnya diduga terkait pelayanan di kantor setempat.

Pertama, pada Kamis (19/4) lalu, Ariefaldi warga Wayhalim memecahkan kaca kantor Satu Atap menggunakan tang besi.Kedua, berselang lima hari tepatnya Senin (23/4) Bahrudin (38) juga memecahkan kaca saat menunggu proses pelayanan tepatnya di depan ruangan pelayanan perizinan satu pintu.

Lalu, apa tanggapan Plt. Wali Kota Bandarlampung M. Yusuf Kohar? Dikonfirmasi radarlampung.co.id, Yusuf Kohar enggan menanggapi dua kali kasus pecah kaca di gedung pelayanan satu atap pemkot tersebut.

“Sudah-sudahlah. Itu sudah lama itu, yang jelas saya nggak mau membahasnya. Sudah ya,” kata Yusuf sembari menuutup telponnya, Senin (23/4).

Baca Juga:   Ratusan Warga Geruduk Gerai Vaksinasi Pizza Hut

Ditanya lagi, soal kejadian terbaru Senin (23/4) yang terulang lagi pecah kaca di kantor yang sama, politikus Partai Demokrat itu tetap bungkam. “Sudah saya tidak mau menanggapinya,” ujarnya.

Sebelumnya, pecah kaca di gedung satu pintu Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung kembali terjadi. Setelah didepan pintu masuk gedung satu pintu. Kini, kaca pecah berada didalam gedung yang dilakukan seorang pria yang sedang menunggu proses pelayanan.

Informasi yang dihimpun radarlampung.co.id, seorang pria yang diketahui bernama Bahrudin (38) sedang menunggu proses pelayanan tepatnya didepan ruangan pelayanan perizinan satu pintu.

Sekitar satu jam menunggu didepan ruang perizinan Pemkot Bandarlampung, pria tersebut kesal dengan seseorang dan menggebrak kaca, sehingga kaca yang berada didepan pintu perizinan pecah. Hal ini membuat gaduh seluruh warga yang berada di gedung satu pintu pelayanan Pemkot Bandarlampung.

Baca Juga:   Bansos Beras PPKM Darurat Mulai Disalurkan

“Itu bang, ada orang yang memecahkan kaca didepan pintu pelayanan Perizinan, tangannya sampai luka-luka, Dia kesal sama orang,”ungkap Tina, salah satu warga yang melihat kejadian itu. (ang/ang)




  • Bagikan