Dua Pejabat Jadi Tersangka Pengadaan Mebeler SD dan SMP

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Kejaksaan Negeri Liwa, Lampung Barat menetapkan dua tersangka dugaan kasus korupsi pengadaan mebeler SD dan SMP di Dinas Pendidikan Pesisir Barat.

Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Syafrudin membenarkan penetapan tersangka keduanya. Kajati mengatakan hari ini (1/3) pihaknya menggelar ekspose internal yang dipaparkan oleh Kejari Liwa terkait pengembangan kasus korupsi pengadaan Mebeler SD dan SMP dinas pendidikan setempat pada tahun 2016 yang merugikan negara Rp1,5 Miliar.

Pria yang bakal menempati posisi Sekretaris Jam Datun Kejagung ini menjelaskan, kedua tersangka merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yakni Plt Kepala Dinas Kadisdikbud Pesisir Barat AU dan EV yang merupakan pegawai Dinas pemberdayaan masyarakat Provinsi Lampung.

Baca Juga:   Bandarlampung PPKM Level 4, Metro Level 3, Ini Detilnya

“Ya  (tersangka, Red) hari ini (1/3) kita tadi ekspose internal Kejari Liwa memaparkan penyidikannya tersangkanya ada dua,” kata Kajati ditemui wartawan Kamis (1/3).

Syafrudin menjelaskan modus yang dilakukan kedua tersangka dan calon tersangka lainnya menggunakan perusahan yang direktur perusahanya tidak mengerti karena perusahaan itu bukan kapasitasnya untuk melakukan pengadaan furniture.

“Mereka (tersangka, Red) ini pakai perusahan yang direkturnya tidak mengerti dan tidak paham apa-apa soal Mebeler karena perusahaan itu tidak bergerak dibidang itu,” kata Syafrudin.

Selain menggunakan perusahan yang bukan spesialis pengadaan mebel tersebut, para tersangka ini juga mengakalinya dengan menggunakan kayu untuk bahan mebel bukan kelas pertama melainkan dengan kualitas kelas rendahan. (nca/gus)




  • Bagikan