Dua Pekan, 216 Senpira dan 39 Tersangka Diamankan

  • Bagikan
Petugas menunjukkan sejumlah tersangka yang berhasil diamankan selama Operasi Sikat Krakatau 2019 di Polda Lampung, Lampung, Kamis (1/8). Polda Lampung dan jajaran berhasil mengamankan 39 tersangka dan 216 senpira selama berlangsungnya Operasi Sikat Krakatau 2019 periode 5-18 Juli 2019. FOTO M. TEGAR MUJAHID/ RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Polda Lampung beserta jajaran berhasil menyita 216 senjata api rakitan (senpira) berikut 39 tersangka. Angka tersebut tercatat berdasarkan hasil dari Operasi Sikat Krakatau 2019 yang dilaksanakan selama 14 hari.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung Kombes Pol M. Barly Ramadhani mengatakan bahwa selama operasi sikat ini berlangsung, pihaknya fokus pada penanganan kasus C3 (Curas, Curat, dan Curanmor).

“Ini adalah pelaku C3 yang kita jaring Operasi Sikat Krakatau kemarin, yang ada di depan kita adalah barang bukti juga penyerahan dari masyarakat selama operasi itu,” ujar mantan Kapolres Musi Rawas ini, Kamis (1/8).

Menurutnya, 216 pucuk senpira yang berhasil diamankan itu sebagian merupakan hasil penyerahan dari sejumlah masyarakat. Yang di antaranya 8 pucuk senpi hasil tangkapan, 17 pucuk senpi rakitan laras panjang hasil penyerahan, dan 316 pucuk senpi rakitan laras pendek hasil penyerahan.

Baca Juga:   Mutasi Pamen Polda Lampung, Kapolresta Turut Dirolling, Ini Daftarnya

“Tidak hanya itu, pihaknya juga mengamankan amunisi aktif sebanyak 116 butir, selongsong peluru 7 butir, sajam (senjata tajam) 4 bilah, kunci leter T 17 buah, HP 80 unit, laptop 4 unit, dan emas 1 buah,” jelasnya.

Untuk target operasi (TO) tahun 2019 ini lanjut Barly -sapaan akrabnya- naik sebesar 5 persen dari tahun 2018 dengan rincian kasus Curas 16 tersangka, kasus Curat 19 tersangka, dan kasus Curanmor 4 tersangka.

“Sementara non TO kita ungkap sebanyak 311 orang, jadi naik juga sebesar 32 persen. Rinciannya kasus Curas 74 tersangka, kasus Curat 206 tersangka, kasus Curanmor 25 tersangka, dan kasus senpi ilegal 6 tersangka,” paparnya.

Mengingat barang bukti senpi rakitan yang begitu banyak, Ditreskrimum Polda Lampung akan terus melalukan pendalaman terhadap asal muasal dari barang-barang ilegal tersebut.

Baca Juga:   Polresta Pantau Ketersediaan Obat-obatan dan Multivitamin Penderita Covid-19

“(Lokasi perakitan) Senpira ini saya tidak menyatakan itu ada di Provinsi Lampung, tapi barang bukti yang kita sajikan ini kemungkinan besar akan kita perdalam. Apakah itu ada di Lampung atau tidak,” pungkasnya. (ang/sur)




  • Bagikan