Dua Pekan, Amankan 52 Tersangka

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Kerja keras jajaran Polres Lampung Utara (Lampura), menggelar Ops Cempaka Krakatau 2021 dengan sasaran Premanisme, Kejahatan Jalanan (Curas, Curanmor, Jambret), Perjudian, Prostitusi, Debt Collector yang menggunakan jasa preman dan kejahatan lainnya, berhasil mengungkap kasus kejahatan sebanyak 50 Kasus dan meringkus 52 tersangka.

Kapolres Lampura, AKBP Bambang Yudho Martono, mengatakan dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Lampura, jajaran Polres Lampura telah menggelar Ops Cempaka selama 14 (empat belas) hari dari 15-28 Februari 2021 dengan mengungkap 50 kasus Kejahatan dengan 52 orang tersangka.

Rinciannya, Preman 2 kasus 2 tersangka, Curas 1 kasus, 1 orang, Curat 8 kasus 10 orang, Curanmor 1 kasus 1 orang, Senpi (penyerahan masyarakat) 1 kasus, Sajam 10 kasus 12 orang, Prostitusi 1 kasus 5 orang, Perjudian 11 kasus 11 orang, Narkoba 4 kasus 8 orang, miras 8 kasus dan kejahatan lainnya 3 kasus 2 orang.

Baca Juga:   Ini Jumlah Bantuan yang Diberikan Pemkab Lampura kepada 12 Parpol

Selain para tersangka, petugas juga mengamankan bermacam barang bukti berupa Sepeda Motor 8 (Delapan) Unit, Senpi 1 (Satu) Pucuk, Sajam 14 (Empat Belas) Bilah, Uang Rp 1.821.000,- (Satu juta delapan ratus dua puluh satu ribu rupiah), kartu remi 2 (Dua) Set, HP  15 (Lima Belas) Unit, Miras 45 (Empat puluh lima) botol Miras Merk Sampurna, 89 (delapan puluh sembilan) Liter Tuak, Narkoba Sabu-sabu berat  1,29 Gram dan lain-lain 140 (Seratus empat puluh empat) macam.

“Ini semua hasil kerjasama Polres dan 10 Polsek jajaran. Yang pasti bahwa kita lakukan ini agar masyarakat Lampura paham bahwa polisi selalu berbuat,” ungkap Bambang Yudho didampingi Kabag Ops Kompol Hadi Sutomo dan Kasat Reskrim AKP Gigih saat, menggelar Konferensi Pers di Mapolres setempat, Kamis (4/3).

Baca Juga:   Harganas Ke-28 Ketua TP-PKK Lampura Tinjau Pelayanan KB

Menurutnya, penangkapan tersebut juga bisa berhasil berkat peran serta dari masyarakat dalam memberikan informasi. Sebab, tanpa ada informasi dari masyarakat, pihaknya juga akan terkendala, sehingga dengan kebersamaan ini, polisi tetap semangat dan bisa menunjukkan eksistensinya sebagai pelindung, pengayom, pelayan dan penegak hukum serta juga pelayanan kamtibmas.

“Saya menghimbau kepada masyarakat, agar terus membantu kepolisian dengan banyak memberikan informasi tentang kejahatan yang ada di lingkungannya. Jadilah polisi bagi dirinya sendiri dan di lingkungannya,” harapnya. (ozy/yud)



  • Bagikan