Dua Santri Riyadhus Sholihin Jadi Korban Tabrak Lari, Isma

  • Bagikan

Dua Santri Ditabrak Lari, Ismail Tunggu Itikad Baik Pengemudi Mobil

radarlampung.co.id – Dua orang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadhus Sholihin menjadi korban tabrak lari, pada Jumat (7/5) sekitar pukul 16:30 wib.

Akibatnya, satu orang santri mengalami luka berat pada bagian tubuh dan kakinya. Sementara satu orang santri lainnya sempat menghindar dan hanya mengalami luka ringan.

Pembina Ponpes Riyadhus Sholihin, Ismail Zulkarnain mengatakan, hal itu bermula saat kedua santrinya pergi untuk membeli takjil berbuka puasa.

Sesampainya di sekitar jl. Dr. Harun 2, kota Baru, Tanjungkarang Timur, Bandarlampung (dekat Polsek Tanjungkarang Timur), keduanya berpapasan dengan sebuah mobil Chevrolet.

Ismail mengatakan, kedua santrinya tersebut sudah melaju pada jalur yang benar. Namun, mobil berwarna abu-abu metalik tersebut justru mengambil lajur yang salah dan melawan arus.

Baca Juga:   Tewas Bunuh Diri, Korban Telah Lama Alami Depresi

“Anak-anak sudah di jalur kiri, sudah benar. Tapi mobil itu malah ambil jalur lawan, jalur kiri,” katanya pada Radarlampung.co.id.

Akibatnya, kecelakaan pun tidak dapat dihindari. Yusuf (15), salah satu santri ponpes tersebut harus mengalami luka-luka pada bagian kaki dan tubuhnya.

Sementara, Royan (14), santri yang dibonceng sempat melompat dan menyelamatkan diri. “Yang satu luka-luka, lumayan lukanya. Kalau yang satunya lagi sempat lompat dan menghindar,” tambah dia.

Ismail melanjutkan, pengendara mobil bernomor polisi BE 1421 CW itu memang sempat berhenti dan turun dari mobil setelah insiden kecelakaan tersebut.

“Dia sempat turun memang. Tapi terus dia bilang dia mau ijin kasih tau bosnya dulu. Kita tunggu-tunggu, nggak balik-balik. Malah kabur,” sambung dia.

Baca Juga:   Supir Angkot Ini Diamankan Usai Curi Uang Penumpang

Lantaran kesal, karena perbuatan sang pengendara mobil yang ingkar. Ismail lantas memposting hal tersebut melalui akun instagram miliknya.

Dia juga mengatakan, akan memberi waktu pada si pengendara mobil hingga hari Minggu (9/5) nanti, untuk menunjukan itikad baik dan meminta maaf.

“Kalau tidak, ya terpaksa kita lanjut ke jalur hukum. Jadi kita tunggu saja sampai minggu, saya memang belum lapor ke polisi soal ini,” tandasnya. (Ega/yud)



  • Bagikan