Dua Terdakwa Kasus Korupsi Dana TPG Jalani Sidang, Ini Tuntutannya

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Hidayatulloh (39) warga Punggur, Lampung Tengah dan Sahril Erwan (35) warga Gunung Sugih Lampung Tengah didakwa Jaksa Penuntut Umum pasal 11 dan pasal 12 UU Nomor 30/1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU Nomor 21/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Jaksa Penuntut Umum Marwan mengatakan, kedua terdakwa terbukti dengan sengaja menguntungkan diri sendiri, secara melawan hukum menggunakan kekuasaan memaksa seseorang memberikan sesuatu dengan membayar.

“Atau menerima pembayaran dengan potongan untuk diri sendiri,” jelasnya di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis, (24/5).

Lanjut Jaksa, perbuatan dilakukan kedua terdakwa pada November 2017 lalu, dimana saat itu Kementerian Agama (Kemenag) Lampung menetapkan guru sebagai penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) pada Raudhatul Athfal/Madrasah tahun 2017. Penerimanya yakni PNS, Non PNS, PNS Non Inpassing.

Baca Juga:   Ciptakan Rasa Aman Ditengah PPKM Darurat, 235 Personel Patroli

“Saat itu, kedua terdakwa yang merupakan pejabat fungsional dan pejabat seksi pendidikan madrasah di Kemenag Lampung Tengah diberikan tugas untuk mengumpulkan dokumen para guru penerima TPG. Pada Kamis (4/1) Terdakwa satu dan terdakwa dua menerima amplop dari para guru dari perhitungan mereka menerima uang Rp2,9 juta,” jelasnya.

Kemudian keesokan harinya, Wasim dan Djunaedi guru yang hendak melakukan pencarian TPG diberitahu para guru lain yang terlebih dahulu mencarikan dananya agar menyisipkan uang dalam amplop dengan diberi keterangan nama dan asal sekolah.

“Dengan diisi uang karena dana bisa keluar karena peranan kedua terdakwa. Saksi Ernawati (guru) juga dimintai uang oleh dua terdakwa,” jelasnya.

Baca Juga:   Polisi Bakal Usut Soal Orderan Fiktif

Dia menambahkan, beberapa guru lain juga menyerahkan sejumlah uang dalam amplop ke keduanya. Kemudian, datanglah polisi Polres Lampung Tengah melakukan operasi tangkap tangan.

“Polisi kemudian menggerebek dari penggeledahan dilaci ditemukan milik Hidayatulloh polisi menyita 18 amplop berisi uang tunai Rp10,1 juta. Serta 8 amplop berisi uang dilaci milik Sahril Erwan dengan total uang didalamnya mencapai Rp4,6 juta. Sehingga mencapai Rp14,7 juta yang yang diamankan,” tandasnya. (ndi/ang)




  • Bagikan