Dua Terdakwa Pungli Pesawaran Didakwa Pasal Korupsi


Dua terdakwa kasus OTT Kabupaten Pesawaran jalani sidang perdana, Kamis (29/11). Foto Anggri Sastriadi/radarlampung.co.id
Dua terdakwa kasus OTT Kabupaten Pesawaran jalani sidang perdana, Kamis (29/11). Foto Anggri Sastriadi/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Dua terdakwa yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Polda Lampung di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pesawaran, menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Bandarlampung, Kamis (29/11).

Kedua terdakwa yakni, Zikri (52) mantan kepala sekolah SMPN 4 Pesawaran dan Iwan Sobarna, Kasi Sarana dan Prasarana Disdikbud Pesawaran, terjaring OTT di SMPN 2 Pesawaran, pada Selasa (28/8).





Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Aprilinda menjelaskan, keduanya diduga telah melakukan tindak pidana pungutan liar (pungli) dalam penyediaan peralatan pendidikan dan peralatan laboraturium komputer yang bersumber dari dana Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari APBD 2018.

“Terdakwa telah melakukan atau turut serta perbuatan menguntungkan diri sendiri sebesar Rp30 juta, dengan memaksa 5 orang para Kepala Sekolah penerima bantuan peralatan Labotarorium SMP untuk memberikan uang masing-masing sebesar Rp6 juta,” jelas JPU.

Atas perbuatan mereka, keduannya diancam pidana dalam Pasal 12 huruf e dan Pasal 11 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Keduanya diduga telah melakukan tindak pidana pungutan liar (pungli) dalam penyediaan peralatan pendidikan dan peralatan laboraturium komputer yang bersumber dari dana DAK (Dana Alokasi Khusus),” tandasnya. (ang/kyd)