Dugaan Campur Tangan Corporate, Rakhmat Husein : Semua Pihak harus Dukung Tegaknya Demokrasi

  • Bagikan
Rakhmat Husein DC. Foto ist

RADARLAMPUNG.CO.ID-Ketua Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pemilu Bersih Rakhmat Husein DC angkat bicara soal adanya dugaan campur tangan corporate dalam Pilwakot Bandarlampung.

Pleno bacalonkada independen Ike Edwin-Zam Zanariah Jumat (21/8) lalu menurut Rakhmat Husein makin menguatkan dugaannya tentang adanya campur tangan corporate.

“Kondisi ini sudah saya terka sebelumnya. Tragedi Ike Edwin hanya penguatan analisa saya saja. Bahwa,  ada upaya penjegalan terhadap balonkada lain. Termasuk, kepada Eva Dwiana dan Rycko Menoza,” katanya.

Dia melanjutkan, pernyataan Dang Ike -sapaan Ike Edwin, dianggapnya bukanlah tidak memiliki dasar.  Tentunya, kata Rakhmat, Dang Ike memiliki data-data dan dasar bahwa ada pihak-pihak tertentu yang memang tidak suka dengan dia atau calon lain.

“Dang Ike tidak mungkin hanya cuap-cuap begitu saja. Pasti dia juga punya data. Terlebih dia purnawirawan jenderal polisi bintang dua,” ucapnya.

Jika ditanya bagaimana penguatannya lagi,  kata dia ada pada saat pendaftaran Bakal Pasangan Calon, dan Penetapam Bakal Pasangan Calon di KPU kota Bandarlampung. “Jika diantaranya ada Eva Dwiana atau Rycko Menoza sampai ada yang gagal nyalon,  dia harus jujur mengakui bahwa dia adalah korban kospirasi corporate. Ya siapa saja,  Eva Dwiana atau Rycko Menoza,” kata dia.

Jika hal ini terjadi, Rakhmat Husein bilang,  tentunya semua pihak yang merasa tersakiti hatinya lantaran upaya pejegalan yang diduga dilakukan corporate, maka pihak-pihak itu harus bersatu mendukung tegaknya demokrasi.

“Menghimbau mereka yang hari ini tersakiti hatinya harus sama-sama kompak,  yang nggak nyalon untuk legowo memberikan support-nya kepada calon yang bersih dan berupaya menegakkan jalannya demokrasi dalam pilwakot,” kata dia.

Dia juga berpesan jajaran pengawas agar melakukan tugas sesuai dengan tupoksinya. Sebab dia menilai,  corporate erat dukungan dengan money politic dan hal ini rentan dengan pengawas.

“Termasuk KPU,  jalankan saja tugas sesuai dengan tupoksi lah. Kita enggak mau ada gesekan yang lebih besar nantinya. Sebab,  pilwakot ini bukan seperti pilkada yang lain. Masyarakatnya sudah dianggap lebih pintar ketimbang di desa, akses informasi bisa cepat,  kemudian bisa melakukan kobsolidasi yang lebih,” kata dia. (abd/wdi)





  • Bagikan