Dugaan Korupsi di Pekon Kaurgading, Kejari Tunggu LHP Inspektorat

  • Bagikan
ILUSTRASI DOK. JAWAPOS.COM

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus masih menunggu Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Pekon Kaurgading, Kecamatan Pematangsawa dari pihak Inspektorat. Ini terkait penyelidikan kasus dugaan korupsi penggunaan dana desa (DD) tahun anggaran 2016-2018 di pekon tersebut.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanggamus Yogie Verdika mengatakan, seharusnya begitu terbit, Inspektorat langsung menembuskan, sehingga pihaknya bisa mempelajari LHP tersebut.


“Ya, sampai sekarang tembusan belum sampai ke kami. Yang kami tahu, LHP Pekon Kaurgading ada kerugian negara Rp500 jutaan. Tapi untuk fisik LHP, kami belum terima resmi. Kalau sudah kami terima, selanjutnya akan ditelaah dan pelajari. Ada tidak unsur perbuatan melawan hukumnya,” kata Yogie Verdika mewakili Kepala Kejari Tanggamus Yunardi.

Baca Juga:   Tanggamus Raih Dua Prestasi Pada Ajang Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2021

Ditambahkan, dengan LHP, pihaknya akan melihat secara detil setiap item yang diduga ada indikasi korupsi. “Dari Rp500 juta kerugian negara itu, apa saja item-nya. Ini yang akan kita pelajari,” sebut dia.

Yogie mengungkapkan, setiap orang yang diduga terlibat korupsi, apalagi oknum aparat pekon, memang diberi kesempatan untuk mengembalikan kerugian negara selama 60 hari, terhitung sejak LHP terbit. Namun, tidak serta merta begitu kerugian negara dikembalikan, oknum tersebut bisa lepas dari jerat hukum.

“Kalau muncul kerugian negara akibat kesalahan administrasi dengan uang ganti rugi, okelah. Tapi kalau dari hasil penyelidikan, terbukti ada unsur perbuatan melawan hukum, maka itu bisa diproses. Kendati sudah bayar ganti rugi,” tegasnya.

Baca Juga:   Tolong! Masjid di Teluk Brak Butuh Perhatian




  • Bagikan