Dugaan Pemotongan Dana KPPS, Kejari Tanggamus Tahan Dua Ketua PPK

  • Bagikan
Dua ketua PPK yang menjadi tersangka dugaan pemotongan dana operasional kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dibawa ke Rutan Kotaagung, Rabu (12/8). FOTO RIO ALDIPO/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus menahan dua ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pemilihan umum legislatif dan pilpres 2019. Ini terkait dugaan pemotongan dana operasional kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

Dua PPK yang ditetapkan sebagai tersangka ini adalah ketua PPK Gunungalip Belly Afriyansyah dan PPK Limau Rustam.


Kepala Seksi Intelijen M. Riska Saputera mewakili Kepala Kejari Tanggamus David P. Duarsa mengatakan, kedua tersangka
ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Tingkat Penyidikan Nomor: Print-10/L.8.19/Fd.2/08/2020.

Mereka dibawa dan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Kotaagung, Rabu sore (12/8). Keduanya akan menjalani penahanan hingga 20 hari ke depan.

M. Riska mengungkapkan, kasus ini mulai bergulir beberapa waktu setelah pelaksanaan pemilu. Pemotongan dana yang diduga dilakukan Billy di KPPS Kecamatan Gunungalip mencapai Rp95 juta. Sementara Rustam di KPPS  Kecamatan Limau hampir Rp80 juta

Baca Juga:   Rush Pecah Ban di JTTS, 3 Penumpang Tewas 6 Luka-luka

“Kerugian tersebut berdasar perhitungan oleh BPKP Provinsi Lampung,” kata Riska.




  • Bagikan