Dugaan Penganiayaan Pengurus Yayasan Hidayatul Muslimin, Polres Tuba Periksa Lima Saksi

  • Bagikan
Ilustrasi penganiayaan. (Dok. JawaPos.com)

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kasus dugaan penganiayaan pengurus Yayasan Hidayatul Muslimin terus bergulir. Terbaru, penyidik Polres Tulangbawang telah memanggil lima saksi untuk dimintai keterangan.

“Prosesnya masih berjalan. (sekarang) tahap pemeriksaan saksi-saksi, sudah ada lima (yang dimintai keterangan),” kata Kasat Reskrim Polres Tulangbawang AKP Sandy Galih Putra kepada Radarlampung.co.id saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/8).


AKP Sandy belum dapat menyampaikan kelima saksi yang telah dimintai keterangan. Namun, lanjutnya, dari kelima saksi yang sudah dimintai keterangan, di antaranya pelapor Muhammad, terlapor S, dan kepala kampung (kakam) Gunung Tapa Ilir, Normansyah.

Sebelumnya diberitakan, pengurus Yayasan Hidayatul Muslimin melaporkan peristiwa dugaan penganiayaan yang terjadi di Balai Kampung Gunung Tapa Ilir, Kecamatan Gedungmeneng, Tulangbawang.

Baca Juga:   Kelompok Nelayan di Tuba Dapat Bantuan Perahu

Dugaan penganiayaan terjadi saat pertemuan antara pihak yayasan, masyarakat, dan pemerintahan kampung yang membahas soal izin pendirian Lembaga Pendidikan Yayasan Hidayatul Muslimin.

Pertemuan sendiri berakhir ricuh karena diduga terjadi miskomunikasi saat pertemuan terjadi. Bahkan video ricuh sempat viral dan tersebar. Pertemuan terjadi pada Rabu (28/7).

Laporan tertuang dalam surat tanda terima laporan polisi Nomor: STTLP/B-205/VII/2021/LPG/RESTUBA. Dengan terlapor yang diduga melakukan penganiayaan dalam surat laporan adalah S. (nal/sur)




  • Bagikan