Duh, Belum Setahun Diperbaiki Jalan di Desa Ini Hancur Lagi

  • Bagikan
Kondisi jalan lapen yang belum lama dibangun kini tampak mulai rusak lagi. Foto Fahrurrozy/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id– Program pembangunan mantap dan berkualitas yang di usung oleh Pemkab Pesawaran dibidang infrastruktur nampaknya belum terealisasi dengan maksimal.

Pasalnya, terdapat beberapa pembangunan infrastruktur di kabupaten setempat yang mutu dan kualitasnya jauh dari kata baik. Ya, salah satunya pekerjaan peningkatan jalan penghubung antar desa di Kecamatan Way Ratai yang sudah hancur meski belum genap berusia satu tahun.

Berdasar pantauan di lapangan, pembangunan peningkatan jalan jenis lapisan penetrasi (Lapen) sepanjang sekitar 2 kilometer yang menghubungkan Dusun Margosari, Desa Mulyosari dan Dusun Kontrak, Desa Pesawaran Indah, Kecamatan Way Ratai sudah mulai rusak parah.

Kerusakan terparah terdapat di Dusun Kontrak Desa Pesawaran Indah, Kecamatan Way Ratai.  Dimana, hampir diseluruh titik ruas jalan terdapat material aspal yang sudah tidak mulus lagi. Bahkan badan jalan sudah mulai pecah dan terkelupas, sehingga pasangan batu onderlagh terlihat dibeberapa ruas jalan. Dan, material berupa kerikil tajam juga berserakan hampir disepanjang jalan tersebut.

Supri (30), salah seorang warga Dusun Margosari, Desa Mulyosari mengatakan bahwa, kerusakan ruas jalan tersebut diduga karena buruknya kualitas saat pengerjaan proyek pada awal tahun 2019 lalu.

“Masa belum satu tahun jalan sudah rusak, miris kan. Apa lagi kalau sudah satu atau dua tahun, pasti rusaknya tambah parah lagi,” ujarnya kepada Radar Pesawaran, Minggu (3/11).

Kekecewaan terhadap mutu dan kualitas pembangunan jalan tersebut juga diungkapkan oleh Waryanto (48), Warga Dusun Kontrak, Desa Pesawaran Indah. Sebagai pengguna jalan yang menghubungkan Desa Pesawaran Indah dan Desa Mulyosari tersebut dirinya merasa kecewa terhadap pembangunan yang terkesan asal-asalan ini.

“Perbaikan jalan ini sekitar 5 bulan yang lalu dan  saya sering lewat sini. Namun  sekarang sudah rusak lagi seperti ini,” keluh Waryanto.

Sebagai masyarakat, dirinya merasa kecewa dengan hasil perbaikan jalan tersebut, terlebih lagi belum lama diperbaiki sudah rusak kembali. Menurutnya, warga setempat juga tidak mengetahui perbaikan jalan tersebut dilakukan oleh siapa, pasalnya dari awal pekerjaan hingga selesai tidak terdapat papan nama pekerjaan.

“Nggak tau siapa yang mengerjakan proyek ini, kami warga di sini juga tidak tahu persis berapa nilai pekerjaannya,” tandasnya. (ozi/wdi)




  • Bagikan