Duh, Bertahun-tahun Hirup Udara Busuk Dari Septic Tank

  • Bagikan
Warga menunjukkan aliran limbah dari septic tank di RT.04, Pinangjaya II, Kemiling yang menyebarkan bau busuk. FOTO MELIDA ROHLITA/RADARLAMPUNG.CO.ID
Warga menunjukkan aliran limbah dari septic tank di RT.04, Pinangjaya II, Kemiling yang menyebarkan bau busuk. FOTO MELIDA ROHLITA/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Sejumlah warga RT.04, Pinangjaya II, Kemiling, Bandarlampung mengeluhkan bau busuk di kawasan tersebut. Asalnya dari septic tank raksasa berukuran 5×12 meter yang menjadi tempat pembuangan limbah rumah tangga dan kotoran.

Menurut Nandang, salah seorang warga, septic tank itu sudah ada sekitar tiga tahun lalu. “Dibangunnya sejak 2016. Kata RT, itu dari bantuan lembaga sosial LKM. Dananya sampai Rp500 juta. Dalamnya (septic tank, Red), kalau tidak salah 4 atau 5 meter,” kata Nandang, Kamis (4/7).


Lelaki 69 tahun ini menuturkan, saat itu memang ada persetujuan melalui ketua RT dan perwakilan lembaga. Syaratnya, lokasi tersebut tidak menimbulkan bau.

“Iya, kita semua di sini sempat dimintai tanda tangan, kalau mau bangun pembuangan kotoran. Tapi dengan perjanjian tidak akan mengeluarkan bau. Tapi setelah selesai, beberapa bulan sudah bau. Sampai sekarang,” keluhnya.

Baca Juga:   Ada Tiga Daerah di Lampung Terdeteksi Titik Panas

Ia menduga proyek tidak benar-benar selesai sehingga menyebabkan bau yang mencemari udara. “Bisa jadi saat pengerjaanya tidak diselesaikan dengan baik dan tidak diberikan obat. Makanya bau gini,” sebut dia.

Warga lainnya, Selfi Anita (49) mengungkapkan, bau busuk dari septic tank membuat ia kerap sakit-sakitan. Sebab setiap hari ia menghirup udara yang tercemar.

“Saya jadi batuk-batuk sekarang ini.  Udah nggak tau harus gimana lagi. Sudah lapor RT, tapi nggak ada tindakan. Padahal bukan saya saja (yang menghirup udara tercemar). Ada lebih dari 125 KK di sini,” kata Selfi.

Ia berharap Pemerintah Kota Bandarlampung mencarikan solusi mengatasi masalah tersebut. “Mudah-mudahan pak Wali bisa mendengar kami. Tiap hari harus mencium bau ini. Kami sudah lapor ke RT, Dinas PU, tapi sampai sekarang tidak ada tindakan,” tandasnya. (mel/ais)




  • Bagikan