Duh! Proposal Sudah Sampai Menag, Madrasah di Pesawaran Masih Rusak

Kondisi atap sekolah sebagian lapuk dimakan usia. Foto IST

radarlampung.co.id – Kepala Kementerian Agama Pesawaran Farid Wajedi menyatakan  bahwa dari 208 madrasah baik Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliah negeri maupun swasta yang kondisi fisik madrasah tidak layak sudah diusulkan ke Kementerian Agama RI. Termasuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Al-Irsyad Al Islamiyyah di Desa Hanura, Teluk Pandan.

“Dua bulan yang lalu kita sudah meninjau langsung kondisi madrasah tersebut (Al-Irsyad). Namun, karena keterbatasan anggaran, sehingga belum dapat terealisasi dalam waktu dekat. Usulan sudah kita sampaikan secara online ke pusat, namun tetap dari pusat yang menentukan, mana skala prioritas. Mengingat tidak hanya madrasah yang ada di Pesawaran saja yang harus dibantu, seluruh Indonesia,” ungkap Farid Wajedi, Kamis (17/5).

BACA  Ketua PWI Lampung Nyaleg, Mengaku Siap Cuti Pasca Penetapan Caleg

Dikatakannya, dari 208 madrasah di Pesawaran hanya 5 madrasah yang berstatus negeri, sedangkan sisanya berstatus swasta. Namun, baik negeri maupun swasta pada prinsipnya sama, hanya saja madrasah negeri mempunyai anggaran sendiri.

“MAN hanya satu, MIN ada dua dan sisanya MTs dari total madrasah negeri. Selebihnya merupakan madrasah swasta. Bukan kita tidak peka, kita selalu mengusulkan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Agama RI. Ya, kita harus sabar mengingat bukan hanya kita yang mengajukan usulan ke pusat, tapi kabupaten lain juga,” jelasnya.

BACA  Baru 8 Parpol yang Daftar Bacaleg ke KPU Lamtim

Dari usulan tersebut lanjut mantan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Gedongtataan ini, dari Kementerian Agama akan melakukan verifikasi di lapangan. Hal itu dilakukan untuk melihat secara langsung madrasah mana yang menjadi sklala prioritas. “Dan dalam mengajukan usulan, kita tidak melihat apakah negeri atau swasta,” ujarnya.

Ditanya upaya lain yang dilakukan pihaknya selain mengajukan proposal ke Kementerian Agama RI. Diakui Farid, pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait untuk mencari solusi terbaik bagi kondisi madrasah di kabupaten berjuluk Bumi Andan Jejama tersebut.

“Tentunya kita juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait. Karena masalah pendidikan ini menjadi tangungjawab semua pihak,” imbuhnya.

BACA  Pasca Dibawa oleh Densus, Rumah Terduga Terorisme di Way Huwi Terlihat Sepi

Sementara itu, pimpinan yayasan Al-Irsyad Al Islamiyyah, Aswani saat dikonformasi mengaku bahwa dengan di faslitasi Kementerian Agama Pesawaran pihaknya telah mengajukan proposal usulan yang diserahkan langsung ke Menteri Agama dan perwakilan Menteri Pendidikan pada acara Muktamar di Bogor November 2017 lalu.

“Kita memdapat informasi dari pusat bahwa kita diminta mengajukan usulan. Dan alhamdulillah kita difasilitasi Kemenag Pesawaran untuk ke sana. Nah, di acara mukhtamar di Bogor pada 16 November tahun lalu proposal langsung saya serahkan ke bapak menteri agama dan Deputi dari Kemendiknas,” tandasnya. (ozi/ang)

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here