Duh, Sudah 37 Ekor Sapi Bali Mati

  • Bagikan
jumlah sapi mati di Kampung Negerikepayungan, Kecamatan Pubian terus bertambah. foto ist

RADARLAMPUNG.CO.ID-Jumlah sapi mati akibat sakit di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) terus bertambah. Sampai kamis (10/1) Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Lamteng mencatat 37 ekor sapi bali di Kampung Negerikepayungan, Kecamatan Pubian, mati terserang penyakit.

Kasi Kesehatan Hewan Disnakbun Lamteng Wasito menyatakan awalnya mendapat laporan masyarakat ada empat ekor sapi mati karena sakit terhitung 21-31 Desember 2018. “Awalnya ada laporan masyarakat ada 4 sapi mati karena sakit. Kemudian 1 Januari 2019 ad 15 ekor sapi bali sakit. Delapan ekor dipotong karena sakit dan tujuh ekor mati. Kita turun ke lapangan untuk memastikan penyebab sapi sakit dan mati. Kita ambil sampel darah dan fases atau kotoran lima ekor sapi. Kita kirim ke laboratorium Bivet di Bandarlampung,” katanya, Kamis (10/1)

Wasito menyatakan hasil pemeriksaan jenis penyakit dari sampel yang diambil bermacam-macam. “Kita cek penyakit antraks, jembrana, virus bovine diarrhea (BVD), brucellosis, dan septicemia epizootica. Hasilnya ada yang positif-negatif jembrana dan septicemia epizootica. Kita berikan suntikan vitamin, antibiotik, dan lakukan sanitasi kandang,” ujarnya.

Camat Pubian Zulkarnain menyatakan hasil laporan kepala kampung ada 31 ekor sapi yang mati karena sakit. ” Kalau laporan Kakam sudah 31 ekor mati. Penyebab sakit hingga mati belum diketahui. Sebab, pihak Disnakbun Lamteng dan Lampung akan turun lagi mengecek melakukan vaksin,” katanya. (sya/wdi)

 




  • Bagikan