Duh, Surat Suara Pemilu 2019 Terparkir di Pinggir Jalan

  • Bagikan
Kendaraan logistik milik KPU RI yang membawa Surat Suara untuk Kota Bandarlampung terparkir di pinggir Jalan Sultan Agung, Kedaton, Jumat (1/3). Sebab kendaraan terlalu besar dan terhalang gapura untuk masuk ke Gudang. Foto Rima Mareta/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Surat suara untuk pemilih di Bandarlampung telah sampai Jumat (1/3) siang, namun tak kunjung di bongkar. Skenario yang telah dirancang KPU Bandarlampung untuk memasukan surat suara dalam Gudang Logistik di wilayah Kecamatan Kedaton harus terhambat karena adanya gapura di gang menuju ke gudang tersebut.

Dampaknya sejak pukul 14.30 WIB, 3 kendaraan logistik berukuran tinggk 3,7 meter itu higga Pukul 17.00 WIB hanya berjejer di pinggir jalan Sultan Agung, Bandarlampung.

Komisioner KPU Bandarlampung Ika Kartika menyebut, persoalan kendaraan logistik memang terlalu besar sehingga harus membongkar gapura agar kendaraan bisa masuk.

“Hambatan armada yang dikirim pihak percetakan berupa wing box yang memiliki ketinggian lebih dari yang diperkirakan. Karena memasuki gudang ada gapura milik masyarakat,  karena memang jalan satu-satunya kami memutuskan untuk membongkar gapura,” kata Ika saat ditemui di gudang logistik Kedaton.

Baca Juga:   Wakabid PAN Lampung : Tidak Ada Seremoni Pelantikan Kepengurusan

Untuk itu, Ika bersama staff KPU Bandarlampung berkoordinasi bersama Ketua RT setempat untuk meminta izin dengan masyarakat terkait rencana membongkar gapura tersebut. “Kami telah minta izin kepada masyrakat dalam hal ini RT. Mereka mengizinkan,  setelah dibongkar akan diperbaiki seperti semula,” tandasnya.

Untuk distribusi surat suara pertama ini, KPU Bandarlampung telah menerima surat suara capres-cawapres 650.938 lembar, DPD RI 650.938 lembar, DPR RI Lampung 1 sebamyak 650.938 lembar, dan DPRD Provinsi Lampung dapil 1 sebanyak 370.000 lembar. Jumlah ini masih belum cukup, distribusi tahap dua diperkirakan akan tiba di Bandarlampung paling lambat Senin (4/3). (rma/kyd)




  • Bagikan