Ehmm.., Tiga Bulan Terakhir Muncul 288 Janda Baru di Tuba

  • Bagikan
ILUSTRASI INTERNET

RADARLAMPUNG.CO.ID – Perkara perceraian masih cukup banyak di Tulangbawang. Ya, sebanyak 288 “janda baru” tercatat di Pengadilan Agama (PA) Kelas II Tulangbawang sejak Oktober 2018.

Humas PA Tulangbawang Shobirin mengatakan, dari Oktober sampai Desember 2018 lalu, PA mencatat sedikitnya ada 288 kasus perceraian di Tulangbawang.

“Untuk perceraian pada Oktober ada 101 kasus, November 97 kasus, dan Desember 90 kasus. Semua sudah putus,” katanya saat ditemui radarlampung.co.id, Selasa (8/1) pagi.

Sebagian besar perceraian di Tulangbawang disebabkan faktor ekonomi, dengan 102 kasus, disusul faktor ditinggalkannya salah satu pihak atau perselingkuhan dengan 63 kasus, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) 55 kasus, dan beberapa faktor lain seperti moral (judi, mabuk, narkoba) serta perselisihan.

“Faktor ekonomi masih mendominasi karena sebagian besar warga Tulangbawang merupakan masyarakat yang tinggal di pedesaan,” ungkap Shobirin.

Sementara, dari data yang dihimpun radarlampung.co.id, selama tahun 2018 PA Tulangbawang menangani 945 perkara dengan rincian 907 perkara gugatan, 38 permohonan, dan 49 perkara sisa belum putus hingga memasuki awal tahun 2019.

“Untuk perkara gugatan 90 persennya perceraian, kemudian harta gono gini, dan waris. Sementara 49 perkara lainnya belum putus hingga awal Januari 2019,” jelasnya.

Jumlah perkara tersebut, lanjut Shobirin, menurun sekitar 20 persen dari jumlah perkara di tahun 2017, yakni sebanyak 1.140 perkara. “Sejak pertengahan November 2018 PA Tulangbawang memang hanya menangani perkara dari Kabupaten Tulangbawang. Untuk Tulangbawang Barat dan Mesuji sudah pisah dan ditangani PA masing-masing kabupaten,” tandasnya. (nal/sur)




  • Bagikan