Metro  

Eka Irianta Resmi Jadi Tersangka Kasus Sarpras Persampahan DLH Metro


Tersangka dugaan Tipikor pada Dinas Lingkungan Hidup Metro saat keluar dari Kejaksaan Negeri Metro. Foto Ruri/Radarlampung.co.id
Tersangka dugaan Tipikor pada Dinas Lingkungan Hidup Metro saat keluar dari Kejaksaan Negeri Metro. Foto Ruri/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Metro Eka Irianta resmi ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri Metro, Kamis (19/5).

Eka Irianta ditetapkan dengan dugaan tindak korupsi peningkatan operasi, pemeliharaan sarana prasarana, dan sarana persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Metro tahun anggaran 2020.





Kajari Metro Virginia Hariztavianne melalui Kasi Intel Debi Resta Yudha mengatakan, tim penyidik telah menemukan dua alat bukti yang cukup. Sehingga, tim penyidik secara resmi menetapkan Eka Irianta yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Metro sebagai tersangka.

“Pemeriksaan kita lakukan sejak pagi sekitar pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB,” ujarnya saat konferensi pers, Kamis (19/5).

Ia mengaku, pihaknya telah memeriksa sekitar 25 saksi yang terdiri dari pegawai maupun rekanan. Sementara untuk kerugian negara, pihaknya masih menunggu resminya dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Lampung yang saat ini masih dalam penghitungan kerugian negara.

“Dari berkas dan dokumen yang dikirimkan ke BPKP, perkiraan kerugian negara sekitar Rp500 juta,” tukasnya.

Eka Irianta dikenai pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan ancaman hukuman minima 4 tahun sampai 20 tahun. (rur/sur)