Ekonom Prediksi Perekonomian 2019 Cenderung Stagnan

  • Bagikan
Pakar Ekonomi Indonesia Faisal Basri berfoto bersama usai berkunjung ke Radar Lampung, Jumat (18/1). Foto Elga Puranti/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Kondisi ekonomi Indonesia tahun 2019 diprediksi stagnan. Bahkan tidak akan jauh berbeda dengan 2018. Hal itu disampaikan Pakar Ekonom Indonesia, Faisal Basri saat berkunjung ke Graha Pena Radar Lampung, Jumat (18/1).

Dia mengatakan, tahun lalu pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai angka 5-5,1 persen. Tahun ini, pertumbuhan ekonomi justru diperkirakan pada kisaran 4,9 persen. “Perekonomian tahun 2019 tidak jauh lebih baik dibanding 2018, tapi tidak bisa juga dibilang lebih buruk,” katanya.

Dalam kunjungannya tersebut, Faisal juga sempat menyinggung terkait neraca perdagangan nasional terburuk sepanjang sejarah Indonesia. Dia menyebutkan, defisit terparah yang dialami 2018 lalu disebabkan nilai impor yang lebih tinggi ketimbang ekspor.

Baca Juga:   Pasca Holding Ultra Mikro, Kinerja Saham BBRI Dinilai Akan Makin Solid

“Tetapi penyebab utamanya bukan dari bahan bakar. Ketika saya cari tau, ternyata penyebabnya justru berasal dari non migas,” imbuhya.

Penyebabnya, sambung dia, ternyata berasal dari infrakstruktur. Menurutnya, pada tahun lalu banyak dilakukan pembangunan mulai dari pembuatan jalan tol, pembangunan bandara, pelabuhan dan lain-lain. Di mana pembangunan itu justru dibangun untuk memperlancar impor.

Penyebab kedua, banyaknya pemburu rente dan free rider. Ini juga menyebabkan Indonesia menjadi pengimpor gula terbesar di dunia mengalahkan China dan Amerika Serikat.

Untuk mengatasi semua itu, lanjutnya, hal yang dapat dilakukan yakni mengawal setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. “Ini bisa jadi salah satu tugas media. Sebab media bisa menjadi penerang dalam demokrasi yang gelap,” tandasnya.

Baca Juga:   PLN Cetak Laba Bersih Rp6,6 T di Semester I 2021

Kunjungan Faisal Basri disambut langsung Direktur Radar Lampung Hi. Taswin Hasbullah, Pemimpin Redaksi Eko Nugroho, Pemimpin Redaksi radarlampung.co.id Widisandika Budiman, berserta jajaran. (ega/kyd)




  • Bagikan