Eks Kadisdik Tuba: Saya Tidak Pernah Perintahkan Orang untuk Tarik Fee!

  • Bagikan
Sidang tuntutan mantan Kadisdik Tuba. Nassarudin dituntut jaksa dengan kurungan penjara selama 8 tahun 6 bulan. FOTO ANGGRI SASTRIADI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID -Perkara korupsi DAK Dinas Pendidikan Tulangbawang berlanjut. Dalam sidang yang digelar di PN Tanjungkarang, mantan Kadisdik Tuba Nassarudin membacakan pledoinya. Nassarudin sendiri didakwa menarik uang fee dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun 2019.

Dalam pledoinya, Nassarudin meminta agar tak hanya dirinya saja yang ditetapkan tersangka dalam kasus ini. Namun ada beberapa orang lain lagi. “Atas orang-orang yang menikmati (uang fee) itu juga saya minta mereka ditahan. Saya juga tidak pernah menerima uang fee sebesar Rp2,962 miliar. Yang didakwakan oleh Jaksa kepada saya itu,” katanya, Kamis (23/9).


Menurut terdakwa bahwa uang (fee) itu diambil oleh orang lain. Bukan oleh dirinya. “Yang ambil (uang fee) dari para kepala sekolah itu dari pihak lainnya. Ya seperti Guntur dan Refi. Sama orang-orang lainnya. Mereka ini sudah bekerja dari sebelum saya menjabat,” kata dia.

Untuk itu lanjut Nassarudin, dirinya meminta mereka yang belum dijadikan tersangka, agar ikut diseret ke meja hijau. “Mereka itu enggak kebal hukum. Jadi tolong jadikan tersangka. Sekali lagi saya enggak pernah memerintahkan untuk menarik sejumlah uang dari kepala sekolah,” jelasnya.

Baca Juga:   Tok! Eks Kadisdik Tuba Divonis Enam Tahun

Dirinya pun menegaskan apabila tidak pernah mengancam-ancam para saksi, agar jangan menyudutkan dirinya. “Itu semua tidak benar. Jadi sangat disayangkan kalau saya mengancam-ancam,” ungkapnya.

Untuk diketahui Nassarudin dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuba dengan kurungan penjara selama 8 tahun 6 bulan.

Dalam amar tuntutan yang dibacakan oleh JPU Hendra Dwi Gunanda menjelaskan, Nassarudin telah terbukti melakukan korupsi terhadap DAK Kabupaten Tulang Bawang, Nassarudin dinyatakan bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor, Juncto Pasal 18 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.

“Sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP,” katanya, Rabu (8/9).

Baca Juga:   Tok! Eks Kadisdik Tuba Divonis Enam Tahun

Untuk itu JPU meminta majelis hakim memberikan hukuman pidana penjara kepada Nassarudin selama 8 tahun dan 6 bulan, dengan mewajibkannya membayar pidana denda. “Pidana denda Rp300 juta subsidair 3 bulan penjara,” kata jaksa.

Selain itu, Nassarudin pun dikenakan tuntutan pidana tambahan berupa Uang Pengganti Kerugian Negara yang terbukti dinikmati olehnya sebesar total Rp2,96 miliar. Dengan subsidair yakni penjara selama 5 tahun.

“Untuk hal memberatkan yang menjadi pertimbangan kami dalam menentukan tuntutannya, ialah Terdakwa Nassarudin dinilai berbelit-belit selama persidangan, dan dirinya terbukti telah melakukan intimidasi kepada beberapa saksi,” bebernya.

Tak hanya Nassarudin saja diberikan tuntutan oleh jaksa, untuk rekannya juga yakni terdakwa Guntur Abdul Naseer mendapat tuntutan hukuman pidana penjara selama 8 tahun, dengan dituntut pidana denda sebesar Rp300 juta subsidair 3 bulan penjara.

“Dengan pidana tambahan berupa membayar Uang Pengganti Kerugian Negara sebesar Rp.710 juta, dengan subsidair 4 tahun kurungan penjara,” ungkapnya. (ang/wdi)




  • Bagikan