Eks Kakam Terdakwa Korupsi Dana Kampung, Saksi Cerita Pernah Diajak Judi Sabung Ayam

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID –Boman Sidomukti, Mantan Kepala Kampung Gedung Aji Baru Tulangbawang harus duduk di kursi terdakwa. Boman tersangkut perkara dugaan penyelewengan anggaran dana kampung. Sidang di PN Tipikor Tanjungkarang Senin (1/3) tersebut dipimpin Hakim Siti Insirah.

Di persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulang Bawang Hendra Dwi Gunanda menghadiri 8 saksi. Salah satu saksi, Suhendra, menyampaikan Anggaran Dana Kampung (ADK) tahun 2015 dan 2016 dikelola terdakwa tanpa meminta bantuan perangkat desa lainnya.

“Saya juga pernah diajak judi sabung ayam di tahun 2015. Saat itu dia masih jabat sebagai Kakam. Cuma diajak sekali. Taruhan judi ayam,” katanya.

Baca Juga:   Ada-ada Saja, Dua Gadis Ini Curi Baju Teman yang Sedang Di-laundry

Saksi lainnya, Wayan mengatakan, terdakwa tidak pernah datang di kantor kelurahan melainkan di rumahnya. “Dilakukan dirumahnya. Sampai-sampai kursi goyang milik kelurahan pun dibawa pulang kerumahnya,” kata dia.

Namun Boman membantah semua keterangan saksi yang dihadirkan oleh JPU. “Salah semua (keterangan saksi). Karena sudah di atur (setting). Karena semua dari luar enam orang itu, sudah dikumpul oleh sekretaris,” jelas terdakwa.

Baca Juga:   Cerita Dirkrimsus Polda Lampung Soal Sulitnya Cairkan Barbuk Rp10 M Perkara Jalan Ir. Sutami

Mendengar pertanyaan itu, Siti Insirah pun bertanya ke Boman apakah dirinya pernah diajak main judi oleh Suhendra. “Pernah diajak?,” tanya Hakim Siti.

“Saya enggak pernah main judi.  Cuma ngajak aja. Untuk ngetes dia. Mau enggak. Tapi katanya mau setelah jadi bendahara,” bantah Boman.

Dilain hal, JPU Hendra Dwi Gunanda menyampaikan perbuatan terdakwa bermula pada tahun 2015-2016. “Tahun 2015 ADK Sidomukti sebesar Rp.704.060.848 dan pada tahun 2016 mendapat ADK sebesar Rp.1.054.870.337,” sebutnya.

Baca Juga:   Terkait Kasus Benih Jagung, Kejati Beri Imbauan ke Petani

Jaksa menjelaskan, selama penggunaan anggaran terdakwa menyelewengkan anggaran sampai ratusan juta. “Akibatnya telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar sebesar Rp 380.335.935 sebagaimana perhituangan Inspektorat Daerah Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang,” katanya. (ang/wdi)



  • Bagikan



Lampung Barat Diguncang Gempa Tektonik Bejat! Paman Cabuli Keponakan Hingga Hamil Delapan Bulan ASDP Tak Melayani Pemudik, Kecuali…