Eks Pejabat Singgung Anggota DPR RI Soal Suap Lamteng, JPU KPK : Dia Saksi Penting

  • Bagikan
Taufik Rahman mantan Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga Lampung Tengah menjadi saksi pada persidangan suap dan gratifikasi atas terdakwa Mustafa di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (11/2). FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) fokus mengejar keterangan saksi Taufik Rahman, mantan Kadis Bina Marga Lampung Tengah (Lamteng) dalam persidangan kasus Suap Lampung Tengah, Kamis (12/2).

JPU KPK Taufiq Ibnugroho menjelaskan, Taufik Rahman merupakan saksi krusial untuk dimintai keterangannya di persidangan. Terlebih Taufik sendiri adalah orang terdekatnya terdakwa Mustafa.

“Yang bersangkutan ini juga berhubungan langsung dengan Mustafa. Jadi mengetahui semuanya. Juga sudah dijelaskan kemarin sama dia terkait juga mengenai penerimaan dan pengeluaran baik itu dilakukan oleh dia dan orang-orangnya. Termasuk di lingkup orang dekat Mustafa,” katanya, Jumat (12/2).

Menurutnya, Taufik ini memang mengetahui semua. Baik penerimaan pun dilaporkan ke terdakwa Mustafa. “Juga kemarin kan dia bilang sampai 6 kali laporan dalam sehari. Pun seperti melapor terkait detail siapa rekanan yang menerima dan menyetor. Ataupun pengeluaran secara detil sudah dijelaskan. Termasuk peran dari Aan kemudian Andri Kadarisman dan Heri juga,” kata dia.

Dalam persidangan, Taufik Rahman mengaku juga menyetor uang untuk mengesahkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Lamteng. Uang itu menurutnya diserahkan ke sesorang bernama Aliza. Aliza lanjutnya, yang akan menghubungkan dengan Azis Syamsuddn.

Baca Juga:   UTBK-SBMPTN di Unila, 8249 Calon Mahahasiswa Jalani Ujian

“Saya temui namanya waktu itu Aliza yang dapat membantu proses DAK di APBD perubahan dan murni. Waktu itu kami hanya mendapatkan DAK sangat kecil sekali hanya Rp23 miliar,” katanya, Kamis (11/2).

Di pertemuan dengan Aliza itu, dijanjikan Lamteng akan mendapat DAK sebesar Rp100 miliar. “Usai itu saya lapor ke Mustafa. Jadi dia kaget kok namanya Aliza. Kan biasanya Jarwo. Lalu saya pun siapkan proposal untuk dibawa ke Jakarta,” kata dia.

Menurut Taufik, kepengurusan DAK itu tahun 2017 dengan fee sejumlah Rp2,5 miliar. Dirinya mengurus lewat Aliza dan menurutnya akan diberikan ke Azis Syamsudin. “Namun DAK tahun 2017 ini tak sesuai yang diharapkan karena hanya turun Rp30 miliar,” ungkapnya.

Sedangkan untuk kepengurusan DAK tahun 2018 Taufik menyebut tak lagi mengurus ke pihak Azis Syamsudin. Melainkan melalui anggota DPR RI Amin Santono lewat Eka Kamaludin. “Jadi untuk kepengurusan DAK 2018 itu turun Rp79 miliar. Dengan fee diserahkan Rp3,6 miliar lewat Eka Kamaludin. Jadi diminta fee 8 persen,” bebernya.

Baca Juga:   UTBK-SBMPTN di Unila, 8249 Calon Mahahasiswa Jalani Ujian

Sedangkan untuk Aan, selain terkait penerimaan uang dari mereka juga ada pengurusan DAK di tahun 2017 dan 2018. Juga pemberian kepada pihak DPRD Lamteng. “Pun Heri kemarin itu terkait dengan ijon proyek pinjaman Rp300 juta. Tetapi secara detil bahwa Taufik Rahman secara gamblang dan jelas terkait penerimaan yang mereka dapatkan itu sekitar Rp52 miliar sekian,” jelasnya.

Dalam persidangan kemarin, selain 4 saksi yang dihadirkan ada juga saksi sebelumnya: Rusmaladi alias Ncus dipanggil kembali untuk menyelaraskan penerimaan fee proyek melalui dia dan pengeluarannya juga.

“Kemarin memang saksi Ncus ini sudah dihadirkan kembali. Namun, menurut majelis hakim data yang dibawanya kembali terkait pencatatan pengeluaran dan penerimaan itu tak singkron. Jadi akhirnya disuruh kembali lagi pekan depan,” jelasnya.

Baca Juga:   UTBK-SBMPTN di Unila, 8249 Calon Mahahasiswa Jalani Ujian

“Jadi kemarin majelis hakim meminta kepada supaya singkron atas penerimaan dan pengeluaran. Seperti penerimaan Rp24 miliar maka menurut majelis hakim pengeluaran pun harus Rp24 miliar juga. Makanya kemarin Rusmaladi hanya menyerahkan nama. Kemudian uang juga tidak jelas mana. Seperti didalam BAP dan diluar BAP. Maksudnya diluar BAP itu mana bisa dijelaskan biar clear. Ya untuk Ncus ini akan dihadirkan kembali pada pekan depan untuk menyingkronkan tadi saja,” tambahnya.

Dirinya pun menambahkan, para saksi ini kan memang sudah didatangkan pada tahun 2018 lalu –dikasus yang pertama. Tentu mereka mengulang lagi ingatan mereka terkait penerimaan itu. “Ada beberapa masih belum ingat mereka disuruh mengingat kembali. Tapi secara penerimaan dan pengeluaran sudah tercatat oleh Indra Erlangga. Indra juga akan dihadirkan,” pungkasnya. (ang/wdi)

Berita terkait : Namanya Disebut Saksi Sidang Fee Proyek Lamteng, Ini Respon Azis Syamsuddin

(radarlampung.co.id sendiri berupaya mengkonfirmasikan keterangan Taufik dengan Aliza namun masih belum direspon)

 

 



  • Bagikan



Lampung Barat Diguncang Gempa Tektonik Bejat! Paman Cabuli Keponakan Hingga Hamil Delapan Bulan ASDP Tak Melayani Pemudik, Kecuali…