Eks Sekretaris DPW Partai NasDem Direhabilitasi

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Penyidik dari Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) telah melakukan pemeriksaan terhadap Dharma Wijaya –eks Sekretaris DPW Partai NasDem. Hasilnya, penyidik tak menemukan barang bukti narkotika. Dan Dharma pun akhirnya direhabilitasi.

Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Lampung Kompol Alsyahendra mewakili Dirrenarkoba Kombes Pol Adhy Purboyo mengatakan, penangkapan atas DW merupakan hasil pengembangan.

“Saya jelaskan bahwa ini pengembangan dari tahanan kami, dan keluar satu nama Yauci Defri Anggunan lalu kami kembangkan lagi keluar nama Dharma,” katanya, Rabu (6/1) malam.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya sudah melaksanakan gelar perkara terhadap ketiga orang yang diamankan untuk menentukan status. “Dari penyidikan tersebut hanya satu nama yang kuat kami ajukan ke jaksa, yang dua direkomendasi untuk rehabilitasi karena tidak ada bukti kepemilikan,” kata dia.

Baca Juga:   Kembangkan Perkara Fee Proyek Lampura, KPK Periksa Mantan Wakil Bupati

Urine keduanya pun positif dan menunjukan apabila keduanya merupakan pengguna. “Saat ini proses masih berlangsung dan dua orang kami ajukan asessement untuk rehabilitasi,” jelasnya.

Dan untuk ditetapkan tersangka saat ini hanyalah Yauci, sebagai pengedar dengan disangkakan pasal 114 dan pasal 112. “Barang bukti satu paket 0,20 gram dan disiapkan delapan klip untuk dijual lagi termasuk alat pengunaanya,” ucapnya.

Sedangkan untuk direhab yakni Dharma dan satu rekannya WC. Keduanya tidak didapati barang bukti lantaran masih hendak transaksi. “Kalau urinennya positif,” jelasnya.

Alsyahendra menjelaskan, proses penangkapan mulanya dilakukan terhadap Yauci di kediamannya di Sukabumi pada Selasa (5/1) siang.

“Ketika diamankan kebetulan ada telepon masuk dari WC memesan narkoba, dan setelah WC diamankan di pinggir jalan sekitar Pahoman, ia mengaku diperintahkan oleh Dharma, maka dia pun kami jemput di kediamannya,” bebernya.

Baca Juga:   Kantor DPC PWRI Lampura Dibobol Maling

Hingga sampai saat pihaknya masih menahan ketiga orang tersebut. “Masih kami tahan karena kami terus melakukan pengembangan,” ungkapnya. (ang/sur)





  • Bagikan