Ekspor Oktober Lebih Tinggi dari Impor

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mencatat Neraca Perdagangan Luar Negeri provinsi Lampung bulan Oktober 2019 surplus sebesar USD21,70 juta.

Kepala BPS provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum menjelaskan, nilai ekspor  Lampung bulan Oktober 2019 USD249,02 juta atau lebih tinggi dari impor Oktober 2019. Namun, pencapaian  ini mengalami penurunan sebesar USD24,10 juta atau turun 8,82 persen dibandingkan ekspor September 2019 yang tercatat USD273,12 juta.

“Nilai ekspor Oktober 2019 ini jika dibandingkan dengan Oktober 2018 yang tercatat USD319,53 juta, mengalami penurunan sebesar USD70,51 juta atau turun 22,07 persen,” kata Yeane di kantornya, Jumat (15/11).

Adapun 5 golongan barang utama ekspor provinsi Lampung pada bulan Oktober 2019 yaitu lemak dan minyak hewan/nabati; kopi, teh, dan rempah-rempah;  batu bara; olahan dari buah-buahan/sayuran; dan bubur kayu/pulp.

Penurunan ekspor Oktober 2019 terhadap September 2019 terjadi pada 2 golongan barang utama yaitu lemak dan minyak hewan/nabati turun 37,36 persen serta kopi, teh dan rempah-rempah turun 12,84 persen.

Sementara itu, untuk golongan barang utama yang mengalami peningkatan yaitu batu bara (43,43 persen), bubur kayu/pulp (24,56 persen) dan olahan dari buah-buahan/sayuran (0,33 persen).

Sedangkan untuk nilai impor provinsi Lampung Oktober 2019 mencapai USD227,32 juta atau mengalami peningkatan sebesar USD62,87 juta. Jumlah ini naik sebesar 38,23 persen dibanding September 2019 yang tercatat USD164,45 juta.

“Nilai impor Oktober 2019 tersebut lebih rendah US$30,53 juta atau turun 11,84 persen jika dibanding Oktober 2018 yang tercatat USD257,85 juta,” tandasnya.

Lebih jauh dia mengatakan, dari 5 golongan barang impor utama pada September 2019, 4 diantaranya mengalami peningkatan. Diantaranya binatang hidup naik 371,78 persen; gula dan kembang gula (16,18 persen); mesin-mesin/pesawat mekanik (280,53 persen); dan gandum-ganduman yang naik tajam hingga 1.596,12 persen.

“Adapun satu golongan barang lainnya mengalami penurunan yaitu ampas/sisa industri makanan dengan penurunan sebesar 39,17 persen,” pungkasnya. (ega/kyd)


Baca Juga:   Triwulan II 2021, Laba bank bjb Tumbuh Positif di Tengah Pandemi


  • Bagikan