Empat Koruptor Islamic Center Lamtim Didakwa Rugikan Negara Rp1,2 M

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Empat terdakwa kasus tindak pidana korupsi (tipikor) pembangunan Islamic Center, Lampung Timur menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung, Jumat (21/12).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Median Suwardi mengatakan, terdakwa Mirsuan bekerja sebagai PNS Kuasa Pengguna Anggaran Bidang Tata Ruang dan Bangunan. Selain itu juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kegiatan sekaligus Bendahara Pengeluaran Pembantu di Lingkungan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lampung Timur.


“Terdakwa bersama dengan Darmawan Erfan, Suhaimi Sanjaya dan Benny Purbaya (tuntutan terpisah) dalam kurun waktu bulan Januari 2016 bertempat di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lampung Timur melakukan tindak pidana korupsi dalam pembangunan Islamic Center,” ujarnya.

Baca Juga:   Polda Kirim Sempel Limbah Hitam ke Jakarta

Dalam hal ini, pembangunan yang diperkirakan telah memakan anggaran dana di Dinas PU sebesar Rp5,5 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lamtim tersebut telah berhenti.

“Perlakuan terdakwa telah merugikan negara sebesar Rp1,2 miliar. Tetapi para terdakwa telah mengembalikan kerugian tersebut sudah 100 persen,” ujarnya saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan.

Atas perubatannya, Mirsuan bersama tiga terdakwa lain diancam pidana atas Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, Keempat terdakwa tersebut sudah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik ​​Ditreskrimsus Polda Lampung, namun tidak ditetapkan sebagai tersangka dengan pertimbangan bahwa keempat tersangka koperatif saat diperiksa.

Baca Juga:   Siap-siap, Operasi Krakatau Dimulai!

Namun, pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung melakukan penangkapan dan penahanan terhadap keempat terdakwa tersebut agar tidak lari dan menghilangkan barang bukti. (ang/kyd)




  • Bagikan