HomeIklan

Empat Mahasiswa FK Unila Berhasil Manfaatkan Limbah Kulit Pisang Kepok untuk Penyakit Dislipidemia

  • Bagikan
Foto Tim PKM-RE Eksakta FK Unila : Tim Mahasiswa Fk Unila Berhasil Memanfaatkan Limbah Kulit Pisang Kepok Untuk Mencegah Penyakit Dislipidemia. Foto Tim PKM-RE Eksakta FK Unila
Foto Tim PKM-RE Eksakta FK Unila : Tim Mahasiswa Fk Unila Berhasil Memanfaatkan Limbah Kulit Pisang Kepok Untuk Mencegah Penyakit Dislipidemia. Foto Tim PKM-RE Eksakta FK Unila

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pada tahun 2020, BPS mencatat, pisang sebagai tanaman buah-buahan yang paling banyak diproduksi di Indonesia, dengan jumlah mencapai lebih dari 8 juta ton.

Dari jumlah tersebut, Lampung berada pada posisi ketiga dengan menyumbang 1,2 juta ton dari total produksi buah pisang di Indonesia. Berdasarkan fakta tersebut, tak mengherankan jika pisang menjadi buah andalan masyarakat Lampung dan banyak diolah menjadi oleh-oleh makanan khas Lampung, salah satunya keripik pisang.

Hal tersebut menjadikan limbah kulit pisang ikut menyumbang salah satu limbah hasil industri terbanyak di Provinsi Lampung.

Selama ini, limbah kulit pisang kebanyakan hanya dibuang begitu saja atau digunakan sebagai campuran bahan pakan ternak. Belum pernah ada yang mencoba memanfaatkan kulit pisang sebagai obat.

Oleh sebab itu, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila) yang terdiri dari 4 orang mahasiswa, yakni Rr Astri Nur Azizah Utama (Program Studi Pendidikan Dokter, 2019).

Kemudian, Nickyta Yolandita Rosti (Program Studi Pendidikan Dokter, 2019), Fayza Syachrani (Program Studi Pendidikan Dokter, 2020) dan Puan Raissa Lenka (Program Studi Farmasi, 2020).

Mereka berempat dibimbing langsung oleh Dosen FK Unila,Dr (cand).dr.Syazili Mustofa, M.Biomed.

Keempat Mahasiswa FK Unila berinisiatif untuk mencari alternatif pengolahan limbah kulit pisang kepok agar dapat dimanfaatkan kembali, terutama untuk digunakan sebagai obat dalam mengatasi berbagai masalah di bidang kesehatan.

Rr Astri Nur Azizah Utama sebagai Ketua Tim menuturkan, bahwa ide tersebut muncul ketika mereka melihat banyak limbah kulit pisang kepok yang tidak dimanfaatkan dan hanya terbuang percuma.

Ide tersebut kemudian dituangkan dalam proposal untuk pengajuan pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta yang didanai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemendikbudristekdikti).

“Nah, akhirnya, kami keempat mahasiswa FK UNILA yang tergabung dalam tim PKM-RE berhasil mendapatkan pendanaan dari
Kemendikbudristekdikti,” ungkap Rr Astri Nur Azizah Utama, Rabu (8/9).

Hasil penelitiannya bersama rekan-rekan, sambung Astri, pihaknya mendapat temuan bahwa ekstrak metanol kulit pisang kepok lampung (Musa paradisiaca L), mampu mencegah peningkatan kadar kolesterol total dan trigliserida pada tikus yang diinduksi diet tinggi lemak.

“Penyakit dislipidemia ini, merupakan faktor risiko utama terjadinya aterosklerosis yang berujung pada penyakit jantung koroner. Ataupun penyakit kardiovaskuler lainnya,” ujarnya.

Selain perubahan lifestyle, intervensi obat-obatan seperti golongan statin, juga menjadi pilihan untuk menurunkan kadar fraksi lipid dalam darah pada pasien dislipidemia.

Akan tetapi, sangat disayangkan beberapa golongan obat untuk dislipidemia ini ditemukan dapat menyebabkan gangguan pada hati, aritmia, gangguan gastrointestinal, dan nyeri otot.

Beberapa studi menunjukkan, adanya senyawa metabolit sekunder dari tumbuhan yang bermanfaat untuk mengatasi dislipidemia. Senyawa tersebut diantaranya flavonoid, saponin, dan tanin.

Flavonoid diketahui dapat mengurangi mengurangi akumulasi kolesterol di permukaan endotel pembuluh darah arteri sekaligus melindunginya dari kerusakan.

Kemudian, saponin dapat menghambat penyerapan kolesterol di usus dengan meningkatkan kerja serat dalam mengikat kolesterol.

Sedangkan, tanin dapat menghambat penyerapan lemak di usus melalui reaksinya dengan protein mukosa dan sel epitel usus, serta menyekresikan asam empedu.

“Senyawa-senyawa ini, bisa ditemukan pada banyak buah-buahan. Tapi, penemuan yang paling menarik adalah terkandungnya senyawa flavonoid, saponin, dan tanin itu pada pisang,” katanya.

Uniknya, perhatian Astri dan tim tidaklah tertuju pada daging buah pisang sebagai bagian yang biasa dikonsumsi, melainkan bagian kulit buahnya.

Senyawa-senyawa bermanfaat itu, terkandung di dalam kulit buah pisang yang selama ini tidak begitu diperhatikan kegunaannya. Dan dari hasil penelitian, terbukti bahwa kulit pisang yang selama ini hanya menjadi limbah tanpa dimanfaatkan sebagai obat tertentu mampu digunakan untuk menghambat peningkatan kolesterol dan trigliserida pada darah.

“Kami berharap hasil penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan penyakit dislipidemia,”tutupnya.  (gie/rls/yud)





  • Bagikan