Empat Skema Tangani Korban Inses Pringsewu

  • Bagikan
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) melalui Deputi Bidang Perlindungan Anak datang ke Pringsewu terkait kasus dengan korban penyandang disabilitas. FOTO AGUS SUWIGNYO/RADARLAMPUNG.CO.ID
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) melalui Deputi Bidang Perlindungan Anak datang ke Pringsewu terkait kasus dengan korban penyandang disabilitas. FOTO AGUS SUWIGNYO/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Empat skema disiapkan untuk menangani AG (18), gadis asal Sukoharjo, Pringsewu yang menjadi korban inses. Hal ini diungkapkan dalam kunjungan Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nahar, Kamis sore (28).

”Jadi skemanya begini. Ada perlindungan khusus untuk anak seperti AG yang menjadi korban kekerasan seksual dan juga penyandang disabilitas,” kata Nahar usai bertemu Wakil Bupati Pringsewu Fauzi diruangannya.

Nahar datang bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinas P3AP2KB) Lampung Bayana. Kunjungan dilakukan sebagai salah satu wujud perhatian sekaligus penanganan terhadap AG.

“Dia (AG, Red) menjadi korban. Karena itu, ia memerlukan perhatian khusus. Untuk melindungi anak-anak yang seperti ini, ada empat skema,” ujarnya.

Baca Juga:   Terpidana Fee Proyek Lamsel Jalani Eksekusi Hukuman di Rutan Kelas I Bandarlampung

Langkah tersebut terdiri dari penanganan cepat, pendampingan psikososial, bantuan sosial dan terakhir pendampingan serta perlindungan selama proses peradilan.

Terkait penanganan terhadap AG, Wakil Bupati Pringsewu Fauzi mengatakan, pendampingan sudah dilakukan. Termasuk pemeriksaan kesehatan hingga trauma healing. ”Termasuk terhadap salah satu pelaku yang masih anak-anak. Juga diberikan pendampingan,” kata Fauzi.




  • Bagikan