Empat Skema Tangani Korban Inses Pringsewu

  • Bagikan
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) melalui Deputi Bidang Perlindungan Anak datang ke Pringsewu terkait kasus dengan korban penyandang disabilitas. FOTO AGUS SUWIGNYO/RADARLAMPUNG.CO.ID
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) melalui Deputi Bidang Perlindungan Anak datang ke Pringsewu terkait kasus dengan korban penyandang disabilitas. FOTO AGUS SUWIGNYO/RADARLAMPUNG.CO.ID

Sebelumnya, Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak akan menyediakan tempat di Jakarta untuk AG. Ketua Komnas Anak Dr. Seto Mulyadi mengatakan jika memang diperlukan, AG akan dibawa ke Jakarta.

”Namun ini tergantung kesiapan si anak, termasuk Pemkab Pringsewu dan Polres Tanggamus,” kata Seto Mulyadi saat datang ke Pringsewu, Kamis (28/2).


Ia datang untuk melihat kondisi AG. “Tadi, dari pertemuan dengan korban, kondisinya mulai membaik. Secara psikologis tenang. Bahkan ada secercah kecerdasan yang dimiliki. Suaranya juga bagus,” sebut Kak Seto—sapaan akrab Seto Mulyadi.

Dari Pringsewu, Seto menuju Polres Tanggamus. Ia melihat kondisi YF (15), salah seorang pelaku inses di Pringsewu. Bersama ayah dan kakak kandungnya, remaja itu mengintimi AG (18), saudara perempuannya.

Baca Juga:   Orang Tua dr.Restu Pamanggih Sempat Shock dengar Kabar Anaknya

Komunikasi dilakukan secara tertutup oleh Seto bersama YF yang didampingi Kanit PPA Satreskrim Polres Tanggamus Ipda Primadona Laila.

Menurut Seto, kasus inses yang dilakukan anak-anak harus jadi perhatian serius semua pihak. Mulai pemerintah, dinas sosial, hingga Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). (sag/ais)

 




  • Bagikan