Epilij di Tanggamus Aman, Pertamina Tambah 20.160 Tabung

  • Bagikan
Bagian Perekonomian Setkab Tanggamus monitoring gas elpiji tiga kilogram pada sejumlah kecamatan. Hasilnya stok masih aman dan harga normal. Menjelang Lebaran, Pertamina juga menambah pasokan untuk kabupaten itu. FOTO RIO ALDIPO/RADARLAMPUNG.CO.ID
Bagian Perekonomian Setkab Tanggamus monitoring gas elpiji tiga kilogram pada sejumlah kecamatan. Hasilnya stok masih aman dan harga normal. Menjelang Lebaran, Pertamina juga menambah pasokan untuk kabupaten itu. FOTO RIO ALDIPO/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Tanggamus mendapat tambahan kuota elpiji tiga kilogram menjelang Idul Fitri. Yakni 20.160 tabung dari alokasi reguler sampai dengan H+7 Lebaran.

Kepala Sub Bagian Distribusi Daerah Bagian Perekonomian Setkab Tanggamus Irhamsyah Kundo mengatakan, penambahan kuota dilakukan setelah pemkab berkoordinasi dengan Pertamina.

”Harapannya, dengan penambahan kuota itu, tidak terjadi kelangkaan elpiji di Tanggamus,” kata Irhamsyah mewakili Kepala Bagian Perekonomian Setkab Tanggamus Isnawati, Rabu (29/5).

Menurut dia, Pertamina memutuskan untuk tidak melakukan operasi pasar khusus elpiji ukuran tiga kilogram. Pertimbangannya, pasokan masih aman dan harga stabil. Sebelumnya, Pemkab Tanggamus mengirimkan surat kepada Pertamina selaku regulator dan distributor agar melaksanakan operasi pasar.

Baca Juga:   Kejari Lamsel Cek RSUD Bob Bazar, Tiga Obat Covid-19 Langka

”Pertamina tidak merekomendasikan OP gas, karena tidak ada kelangkaan di Tanggamus. Namun sebagai langkah antisipasi, ada penambahan stok menjelang sampai pasca Lebaran. Harga di tingkat eceran juga masih normal, yakni Rp20 ribu sampai Rp22.  Ribu per tabung,” urainya.

Dilanjutkan, tahun ini Pertamina juga menambah kuota reguler gas elpiji tiga kilogram untuk Tanggamus. Yaitu sekitar  11.065 metrik ton atau sekitar 3.688.000 tabung. ”Jumlah ini lebih tinggi dari jatah Pringsewu. Dalam dua tahun terakhir, (jatah) Tanggamus selalu di bawah Pringsewu,” sebut dia.

Lebih jauh Irhamsyah mengungkapkan, pihaknya tetap memonitoring ketersediaan elpiji ukuran tiga kilogram. “Kami akan terus pantau. Seperti kemarin, kami monitoring di Kecamatan Gisting dan Wonosobo. Hasilnya stok masih aman dan harga normal,” ucapnya. (ral/ais)




  • Bagikan