Era Digital Harus Merambah Dunia Pertanian

  • Bagikan
Rektor Unila Prof. Hasriadi Mat Akin membuka Seminar Nasional dan Temu Bisnis di Lantai II Gedung Rektorat Unila, Selasa (3/8). Foto Ruri/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Sistem pertanian di berbagai belahan dunia kini telah mengalami evolusi sebagai dampak kemajuan teknologi dan meningkatnya pengetahuan manusia. Indonesia sendiri sebagai salah satu Negara agraria juga mengalami perubahan tersebu,  terutama di era Revolusi Industri 4.0 ini yang menuntut dituntut peningkatan produktivitas pertanian.

Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan penerapan teknologi tepat guna dan informasi yang terus update, sehingga tantangan dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 tidak lagi menjadi masalah besar.

Hal inilah yang mendasari Perhimpunan Fitopatologi dan Entomologi Indonesia (PFI dan PEI) Komda Lampung bersama Universitas Lampung (Unila) memfasilitasi Seminar Nasional dan Temu Bisnis dengan tema Perlindungan Tanaman di Era Revolusi Industri 4.0 untuk Menunjang Pertanian Berkelanjutan, Selasa (3/8).

Pada kesempatan itu, Rektor Unila Prof. Hasriadi Mat Akin mengatakan, dunia digital sangat penting untuk mengefisienkan dan mengefektifkan dunia pertanian. Dengan kata lain, dunia digital sangat diperlukan di dunia pertanian, dan khususnya untuk perlindungan tanaman.

“Seperti di lahan, kita bisa digitalisasi irigasi, kemudian bagaimana kita mengamati perkembangan penyakitnya. Nah outputnya apa, bagaimana kita menggunakan digitalisasi pemasaran, sehingga antara produksi hingga pemasaran bisa satu sistem. Jadi mendekatkan petani dengan konsumen,” ujarnya saat membuka seminar nasional tersebut di lantai II Gedung Rektorat, Selasa (3/8).

Sementara, Dekan Fakultas Pertanian Prof Irwan Sukri Banuwa menuturkan, peserta seminar nasional yang hadir sekitar 130 orang yang berasal dari berbagai institusi, instansi dan pendukung kegiatan. Ia mengatakan, kegiatan seminar nasional tersebut sangat luar biasa, sebab dipadukan antara kegiatan seminar dengan temu akademik, temu ilmiah dengan temu usaha.

“Kita sangat memahami, inovasi merupakan invensi yamg dikomersialisasikan. Di sinilah letak pertemuan di dalam kegiatan ini,” tambahnya. (rur/kyd)


Baca Juga:   Yayasan Tak Boleh Campuri Kelulusan Siswa


  • Bagikan