Evaluasi Mudik Darat Membaik, Perairan Masih Prihatin

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Djoko Setijowarno menilai penyelenggaraan mudik lebaran tahun ini tergolong lancar. Kendati masih ada berapa catatan sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan mudik tahun depan.

Waktu perjalanan rata-rata menjadi lebih cepat ketimbang tahun sebelumnya. Ada manfaat dampak dari penambahan kapasitas infrastruktur jalan, baik tol maupun non tol.

“Tahun depan diharapkan tol Trans Jawa sudah dapat dilewati semua dengan membayar, sudah tidak ada lagi tol fungsional,” kata Djoko.

Untuk pembenahan jalan non tol target berikutnya, menurut dia, harus ada jaminan agar tidak ada lubang di titik-titik tertenu. Sebab pada tahun ini masih ditemui jalan pantura (pantai utara) yang berlubang walau tidak banyak.

Baca Juga:   Kasus Pertama, Nakes di Lambar Meninggal Akibat Covid-19

Selain itu, jalan penghubung pantura dan pansela (pantai selatan) yang sekelas harus diwujudkan, sehingga pengguna jalan bisa merasakan tidak ada bedanya saat alih jalur.

Djoko juga berharap dengan makin baiknnya fasilitas jalan dan tersambungnya tol tran Jawa, waktu tempuh perjalanan hingga ke Jawa Timur maksimal 20 jam, dan 25 jam untuk ke Jawa Tengah. “Dari target tersebut tentu kemudian perlu dibuat standar operasi yang menunjang,” ujarnya.

Dalam amatan master rekayasa transportasi dari ITB itu, yang masih perlu dibenahi adalah program mudik gratis. Selain harus lebih kreatif, kata dia, pemerintah dapat menggandeng pengusaha angkutan umum reguler (organda) untuk mudik bersama.




  • Bagikan