Evaluasi Pilkakon Sistem E-Voting, Perangkat Error dan Kurang Sosialisasi


Pemilihan kepala pekon dengan system e-voting yang digelar kali pertama di Pringsewu. FOTO AGUS SUWIGNYO/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemilihan kepala pekon serentak menggunakan e-voting pada 19 pekon di Pringsewu merupakan terobosan. Namun dalam pelaksanaannya masih memerlukan evaluasi. Sejumlah kendala ditemui. Mulai dari perangkat error sampai perlunya sosialisasi lebih mendetil, terutama bagi lanjut usia (lansia).

Perangkat error saat pemilihan terjadi di Kecamatan Pagelaran. Yakni di Pekon Sukawangi, Sukaratu dan Bumiratu. Di Pekon Kediri, Kecamaan Gadingrejo, terkendala teknis dalam penggunaan peralatannya. Akibatnya, pilkakon yang berdasar jadwal pukul 07.00 WIB, baru bisa dimulai pukul 09.00 WIB.





“Terkendala di teknis peralatannya. Kedua, penyetaraan peralatan seperti alat di ketua yang tidak bisa dicas. Sehingga, alat baterai lemah tidak kuat bisa mengirim ke server lainnya,” kata Ketua Panitia Pilkakon Kediri, Subur.

Dilanjutkan, partisipasi masyarakat cukup tinggi pada empat dengan jumlah DPT 1.946 pemilih. Karena kendala teknis peralatan, terjadi antrean.

”Karena ada kendala teknis itu, akan ada dispensasi diperpanjang sampai pukul 13.00 WIB,” sebut dia.

Perlunya pemberian pemahaman lebih detil bagi lansia juga terjadi di TPS Pekon Kediri. Salah seorang pemilih Ermawati (75), mengaku sempat bingung.

“Bingung mas. Nopo maleh tembe niki (apalagi baru ini),” akunya.

Hal senada diakui Romlah (85). Wanita yang diantar anaknya ini harus dibimbing mendekati bilik suara. Ketika ditanya apakah pernah mendapat sosialisasi, dengan polos ia menjawab belum.

Wau milihe tinggal mencet (tadi cuma menekan),” akunya.

Disinggung apakah ada yang mengarahkan untuk menentukan pilihan, menurut dia tidak ada. ”Kulo milih piyambak (saya milih sendiri),” terangnya.

Terpisah, Camat Pagelaran M. Faozan mengatakan, meski sempat ada kendala, namun sudah teratasi. “Tim dari provinsi yang menangani dan sudah normal,” kata Faozan.

Sementara Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon Pringsewu Tri mewakili Kepala Dinas Iskandar Muda mengakui ada beberapa alat yang terkendala. “Tapi belum tahu persis apa masalahnya. Karena banyak TPS yang dari awal tidak ada masalah,” ujarnya. (sag/mul/ais)